Omaggio berasal dari Bahasa Italia. Padanannya dalam Bahasa Inggris adalah homage —sebuah penghormatan, sebuah persembahan.
Nama ini pertama kali saya gunakan pada tahun 2021, ketika membuka pre-ordered pizza untuk lingkar kecil teman-teman di WhatsApp Group. Pizza yang saya buat saat itu merupakan sebuah penghormatan kepada Roberto, seorang pembuat pizza yang saya kenal ketika tinggal di Mt. Washington. Dari beliaulah saya pertama kali terinspirasi untuk belajar membuat pizza dengan sungguh-sungguh.
Pada 10 Agustus 2024, Papah saya —Pak Sudjarwadi— wafat. Sepeninggal beliau, saya mewarisi sebuah struktur bangunan yang belum jadi di Jalan Cindelaras I —bangunan yang sedianya akan beliau jadikan sebuah warung. Papah membayangkan tempat itu sebagai ruang berkumpul dengan kolega-kolega beliau, untuk berdiskusi di akhir pekan, berbagi gagasan, dan menjalin jejaring. Bagi beliau, warung bukan sekadar tempat berjualan makanan, melainkan wadah untuk pertukaran ide dan penciptaan pengetahuan. Konsepnya mirip seperti asal muasal angkringan dan warung kopi tradisional walaupun sebenarnya inspirasi Papah saya datang dari Ikujiro Nonaka.
Saya melanjutkan pembangunan struktur tersebut hingga menjadi warung seperti sekarang. Sebagian koleksi buku beliau saya kurasi dan menjadi sebuah pojok baca. Idealisme beliau saya teruskan: bahwa tempat ini hidup bukan hanya dari makanan yang disajikan, tetapi dari percakapan yang tumbuh di dalamnya. Menu Omaggio adalah menu eksperimental yang mewakili ruh co-creation of knowledge.
Penghormatan yang semula saya tujukan kepada Roberto, kini bertambah satu lapisan makna—sebagai penghormatan kepada Papah saya, pada nilai-nilai yang beliau hidupi, dan pada gagasan tentang ruang bersama yang bermakna.
You are more than welcome to be part of it.
No comments:
Post a Comment