Friday, January 23, 2009

Dimas

Apakah penemuan datang dari kebetulan? Bagi beberapa orang, mengutip Zen, tidak ada yang namanya kebetulan. Yang ada adalah potongan-potongan puzzle yang belum bisa kita pahami.

Pas ke Klaten kemaren, aku sempet memakai beberapa jutsu dari HL untuk “memesona” anak yang punya kos. Namanya Dimas, kelas III SD. Aku sengaja beli asam sitrat dan soda kue di Matahari Klaten, trus bawa selongsong film (canister) dari rumah. Si Dimas langsung nyeletuk: “Wah! Plethokan.” I think that’s a good name for waterboom. Sayangnya, pas dimainin Dimas, sekalinya boom, canisternya langsung temangsang di genteng dan nggak bisa diambil.

Untuk mengobati kekecewaannya aku lalu minta Dimas untuk ambil lilin ama korek.

Flying Fire!

Voila … Dimas kembali terpana, tapi waktu dia coba sendiri rupanya agak susah. Emang sih, flying fire itu butuh skill, jadi agak susah.

Biar nggak terlalu kecewa aku keluarin jutsu lain: Bunga Kertas. Sebenernya aku agak pesimis dengan percobaan yang satu ini. Karena menurutku percobaan ini agak “jadul” dan kurang tinggi LoE (Level of Excitement)-nya.

But guess what?

Bunga Kertas worked very well … Dimas terpesona. Nah .. di titik ini malah aku yang melongo. Ternyata untuk anak kelas III SD yang belum pernah maen-maen a la hiddenleaf begini, percobaan sesederhana Bunga Kertas bisa bikin dia excited. Untukku, ini suatu penemuan baru. Dan setidaknya, aku bisa mengobati kekecewaannya Dimas.

Sebenernya sih, aku pengen ngasi mainan lebih banyak. Tapi kok mentok ya waktu itu … baru kali ini aku berhadapan dengan kondisi riil di lapangan: rumah sederhana, tanpa “senjata” yang sudah dipersiapkan dari hiddenleaf, anak kecil yang haus akan ilmu pengetahuan dan excitement. Secara instan, cuma flying fire dan bunga kertas yang kepikiran.

Sepertinya aku harus mengembang percobaan lain yang “sedahsyat” kedua percobaan itu. Sebagai evaluasi, ternyata selama ini percobaan-percobaan yang dikembangkan di hiddenleaf masih “kurang membumi” padahal kita bikinnya udah semembumi mungkin … eh masih aja kurang.

Well … it’s time for the shinobies to work harder.

CARPE DIEM ET NOCTURNE!

Friday, November 28, 2008

Boleh Dicoba Sendiri ...

Beberapa waktu yang lalu, UGM dihajar puting beliung. Kebetulan, sahabat saya, hermansaksono jadi saksi mata dan mengabadikan puting beliung itu di youtube.

Nah ... kalo belum pernah lihat live-nya, silakan download dulu youtube di atas dan perhatikan baik-baik proses terjadinya puting beliung tersebut. Setelah itu siapkan:

- gelas plastik bening (bekas air minum)
- pewarna makanan cair/tetes; warna terserah
- sendok
- air

Lalu, lakukan prosedur berikut

- Isi gelas dengan air sampai tingginya kurang 1 cm dari mulut gelas
- Aduk air tersebut dengan sendok dengan kecepatan tinggi, jaga agar air tidak tumpah
- Segera keluarkan sendok ketika pusaran air akibat adukan tersebut tercipta
- Segera teteskan 1 tetes pewarna makanan tepat di tengah-tengah pusaran
- Lihat yang terjadi

It's easy, but it's amazing ... at least for me :)

Baru Tahu

Vixal Pembersih Lantai


Wah ... saya ternyata baru menyadari, sak pleng-an (istilah jawanya)

dulu waktu saya SMA saya pernah belajar reaksi ini:

HCl + Fe2O3 -> FeCl3 + H2O

trus disamakan reaksinya jadi

6HCl + Fe2O3 -> 2FeCl3 + 3H20

...

Yang jadi titik cerah di hari selasa kemaren adalah, saya baru menyadari bahwa Fe2O3 adalah karat besi yang sering ada di paku, di onggokan-onggokan besi tua, di sudut lemari perkakas di rumah saya!

Dan HCl ... adalah kandungan Vixal pembersih lantai (tanpa maksud promosi merk), 17%.

So ... ketika paku-paku berkarat itu dicelup ke larutan vixal yang biru, berubahlah cairannya menjadi kehijauan, warna dari larutan FeCl3.

Dan ketika dibilas ... CLING!!! Pakunya jadi bersih!!!

Kok baru sekarang ya saya sadarnya ... .

*. gambar diambil dari sini

Sunday, November 23, 2008

Walking Between Trees

Aku kurang begitu bagus kalo' mendeskripsikan proses atau suasana, tapi bolehlah ini aku bagi-bagi.

Kuliah S-2 Teknologi Pembelajaran (TP) di UNY hari-hari ini sangat menyenangkan buatku. Ya .. walaupun banyak yang nanya, "lhoh, kok gak kul di luar aja Ka?" Aku menghargai perhatian mereka, tapi aku percaya ini jalanku.

Aku suka kuliah di sini. Aku banyak belajar tentang belajar dan pembelajaran. Walaupun kuliahnya di universitas yang berkutat sama bidang pendidikan, ternyata lulusan S-2 TP kerjaannya nggak jauh-jauh dari Engineer: An Instructional Engineer.

Background-ku yang Electrical Engineer pun nggak sia-sia di sini. At least, aku jadi lebih mudah memahami sistem, dan punya modal system thinking. Yang agak susah mungkin belajar teori-teori belajar yang bejibun ini. Thorndike bilang ini lah, Piaget bilang ini lah, Habermas bilang itu lah, Vygotsky bilang anu lah ... wew. Sebenernya mereka bicara tentang kotak yang sama, tapi liatnya dari sudut pandang yang berbeda.

Tapi the best of all adalah: berjalan di antara pepohonan di pagi hari.

Kalo' jeung Ifta pas berangkat pagi, biasanya aku di drop di terminal Condongcatur trus naek TransJogja ke shelter UNY. Meski di Indonesia yang tampak terpuruk ini, berangkat kuliah pakai TransJogja rasanya kayak ada di negeri yang jauh lebih beradab. Paling nggak, berhentinya nggak sembarangan, jelas naiknya dimana turunnya dimana.

Habis turun dari shelter bus Trans, berjalanlah aku melewati boulevard-nya UNY dan sepetak "hutan" kecil di timur gedung rektorat UNY. Katanya sih bidang tanah ini besoknya mau dibangun gedung baru-nya Program Pascasarjana UNY. Tapi hari-hari ini wujudnya masih sekumpulan pohon-pohon sengon yang dipagari pohon cemara di sisi baratnya dan pohon ketapang di sisi selatannya. Tanahnya dilambari sejenis rumput yang tebal, aku kurang tahu jenisnya, dan selalu basah di pagi hari.

Berjalan di antara pepohonan sengon itu bikin aku inget waktu berjalan di antara filicium di SMA 3 dulu pas sore-sore, sekolah yang sepi dan daun-daun filicium berguguran. Aku suka sekali berjalan di antara pohon. Rasanya ... lebih hidup, dan lebih beradab.

Friday, October 24, 2008

Ples Mines

Kalo' ada yang perlu ditambahin untuk Indonesia, mungkin namanya: TRUST

Dan kalo' ada yang perlu dikurangin untuk Indonesia jelas: GREEDINESS