Showing posts with label Simple Experiment. Show all posts
Showing posts with label Simple Experiment. Show all posts

Tuesday, April 18, 2023

Gasing

Udah lama banget ya nggak posting ...

So ... long story short ... ada kerjaan proyek grant dari British Council, salah satu komponen-nya adalah bikin permainan sederhana. Salah satu kolaborator kami punya ide/rikues untuk bikin gasing. Persona "pengembang permainan sederhana untuk anak" saya merasa terpanggil gitu ceritanya.

Jadilah saya utak-utik bikin gasing dari bahan yang ada di rumah.

Dulu pernah bikin gasing dari tutup gelas ... tapi saya ingin sesuatu yang lebih "aksesibel" lagi.

Setelah utak-atik agak lama ... well ... setengah jam doang sih ... jadilah desain ini:


Cara bikinnya itu simpel banget. Bahannya cuma tutup botol sama tusuk sate yang agak tebal (bukan yang model tusuk sate ayam madura yang kecil-kecil itu, lebih ke tusuk sate kambing yang lumayan tebal). 

Tantangan pertama adalah menemukan titik tengah tutup botol. Bisa sih dikira-kira, tapi hayo tau enggak caranya yang lebih saintifik? Pakai penggaris sama bolpen beneran dicari itu titik tengahnya.

Kalau udah ketemu titik tengahnya, kita lubang kecil aja titik tengah tutup botol itu. Saya pake pairing knife yg kecil ujungnya. Lubangnya jangan besar-besar supaya kalau dimasukkan tusuk sate-nya bisa pas gitu gigitnya, su tusuk satenya tidac kelonggaran dan jatuh waktu diputar.

Tusuk satenya panjang-nya kira-kira (kurang lebih) 3 cm aja.

Kalau sudah jadi gasingnya, tinggal cari "arena"-nya. Saya pakai piring plastik.

Putar gasing-mu. Siapa yang gasingnya jatuh lebih dulu, kalah. 

Coba variasi tutup botolnya. Mana yang bertahan lebih lama, tutup botol Mijon atau tutup botol Akwa? (Yang dulu pernah naek kereta ekonomi sebelum reformasi KAI pasti tau "akwa akwa mijon panta, persiapan ... "). Pertanyaan yang lebih penting mungkin, kenapa tutup botol yang satu bertahan lebih lama dibanding tutup botol yang lain? Apa bedanya? Kalau sudah tahu yang bikin beda apa, bisa nggak informasi itu kamu pakai untuk mendesain "gasing super" (ya kali Beyblade) yang berputarnya lamaaa?

Sunday, July 09, 2017

Simulasi Efek Pemanasan Global

Ini percobaan lanjutan dari percobaan membuat indikator asam-basa dari kobis ungu.
Alat & bahan:
1. Indikator kobis ungu (selembar sampai tiga lembar kobis ungu dipotong tipis, direndam dalam larutan alkohol 50% dan digecek-gecek, ditunggu sekitar 15 - 30 menit).
2. Dua buah botol bekas, yang ukuran kecil saja cukup.
3. Sedotan.
4. Air
Prosedur:
1. Isikan air ke dalam botol pertama secukupnya tapi jangan kepenuhan, supaya masih ada ruang untuk indikator kobis ungunya.
2. Masukkan indikator kobis ungu secukupnya (sekitar sepersepuluh volume botol). Airnya akan berubah warna jadi kebiruan:


3. Bagi dua larutan di botol pertama ke botol kedua. Sehingga kita punya dua botol yang identik. Perhatikan warnanya masih sama-sama biru:


4. Masukkan sedotan ke botol kedua dan tiup larutannya sekitar 10 - 20 detik.


5. Apa yang terjadi? Ketika kita meniup larutan di botol kedua, kita memasukkan karbondioksida ke dalam larutan sehingga larutan di botol kedua menjadi lebih bersifat asam dari larutan di botol pertama. THIS IS HAPPENING RIGHT NOW ON EARTH! Kadar karbondioksida di udara meningkat akibat ulah manusia membakar bahan bakar fosil berlebihan, lalu kelebihan CO2 itu diserap oleh lautan, dan lautan jadi meningkat kadar keasamannya ... membahayakan makhluk hidup di dalam laut ... Koral-koral, yang menjadi rumah beribu spesies makhluk laut, mati karena kadar keasaman laut yang meningkat. Kalau rumahnya mati atau hancur, makhluk-makhluk laut itu jadi homeless alias kehilangan habitat alami-nya. Dampaknya: punah.

CLIMATE CHANGE IS REAL.

Disclaimer: percobaan ini terinspirasi dari acara Bill Nye Saves The World.

Saturday, July 08, 2017

Indikator Asam Basa Klasik dari Kobis Ungu

Setelah belajar tentang viscosity dengan percobaan liquid rainbow, Nana saya ajarin tentang acidity ... sama-sama belajar tentang properti cairan. Belajarnya dengan bikin indikator asam basa klasik: kobis ungu, diiris tipis lalu direndam larutan alkohol 50% dan digecek-gecek pakai garpu. Indikator ini kalo di cairan dengan pH normal (air biasa) warnanya biru keunguan.


Kalau dituang ke cairan yang bersifat asam (saya pakai air perasan jeruk nipis), berubah warnanya jadi merah. Kalau dituang ke cairan yang bersifat basa (saya pakai sabun cuci tangan) berubah warnanya jadi kehijauan. Kalau mau variasi, bisa dicoba bahan-bahan lain seperti soda kue, cream of tartar, cuka, dan lain sebagainya seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Sumber gambar:
http://www.cchem.berkeley.edu/demolab/demo_txt/CabbIndic.htm
Satu catatan penting ... kalo beli satu glundung kobis ungu kemahalan, nempil selembar aja ... eh boleh nggak ya? Intinya sih untuk bikin indikator kobis ungu itu nggak perlu kobis banyak-banyak kalau hanya untuk bikin percobaan sederhana macam ini.
Indikator ini hanya awet sekitar 3 hari sampai 1 minggu.
Percobaan ini adalah pendahuluan dari sebuah percobaan lain yang InsyaAllah akan saya posting besok.

Pertanyaannya, kok bisa begitu? Jawabannya, karena kobis ungu mengandung antosianin. Antosianin itu pigmen/senyawa kimia yang dapat larut di dalam air dan mempunyai sifat indikator asam-basa: berubah warna ketika pH larutan berubah. Antosianin (anthocyanin) itu akar katanya dari bahasa Yunani anthos yang artinya bunga dan kuanos yang artinya biru. Jadi ... adakah bunga berwarna biru di sekitar rumahmu? Kalau ada ... boleh lah dicoba sebagai pengganti kobis ungu! 

Monday, June 19, 2017

Classic Liquid Rainbow

Udah pernah posting percobaan ini belum ya? Lupa. Hehe. Seandainya reposting mohon dimaafkan :D

Alat & Bahan:

1. Pipet ... kemarin habis dari toko craft (Michaels) beli essential oil tapi sebenernya yang diincer pipetnya wkwkwk.

2. Vials/Test tube ... itu dapetnya juga dari Michaels. Di amazon juga ada sih ... atau di toko sains untuk anak, di Indonesia ada beberapa.

3. Tiga gelas untuk melarutkan gula plus 1 wadah untuk air cuci-cuci.

4. pewarna makanan, merah - kuning -biru. Dapetnya dari Shopper, kalo di Indonesia biasanya ada di toko bahan kue-kue.

5. Gula (tiga cup)

6. Play-dough buat stand test-tube-nya *optional


Cara Main:

1. Rebus air untuk melarutkan gula.

2. Larutkan 2 cup gula di gelas I, 1 cup gula di gelas II, dan tanpa gula di gelas III. Volume tiap gelas diusahakan sama.

3. Warnai gelas I dengan pewarna makanan merah, gelas II dengan pewarna makanan kuning, dan gelas III dengan pewarna makanan biru.

4. Dengan menggunakan pipet, masukkan 2-3 pipet larutan gelas I ke dalam test tube, lalu masukkan 2-3 pipet larutan gelas II.

TIPS: gunakan sisi dalam test-tube (side drip) jangan vertical drip supaya larutannya nggak nyampur-nyampur amat. Dan terakhir masukkan 2-3 pipet larutan gelas III dengan teknik side-drip juga.

TIPS: diantara nge-drip larutan satu dan yang lain, pipetnya dicuci di gelas cuci-cuci biar nggak kecampur warnanya ...

5. Voila! Kalo pemula dan side-drip-nya kurang halus biasanya masih nyampur liquid rainbow-nya, tapi kalo udah paham kenapa itu larutan bisa kepisah, nanti bisa lebih jelas pemisahan warnanya karena nge-drip-nya jadi lebih hati-hati.

Pertanyaannya: kok bisa ya warnanya kepisah begitu?

HINT: Viscosity

Sunday, August 30, 2015

Fosil Sayap Ayam

Alat & Bahan:
1. Sayap ayam goreng
2. Nasi putih (opsional)
3. Saos tomat/sambal (opsional)
4. Hidrogen Peroksida (biasa dipakai untuk obat kumur, bisa dicari di toko farmasi)
5. Gelas
6. Lem silikon/tembak/bakar (glue gun)
7. Kertas/karton

Langkah Percobaan
1. Makan sayap ayam, boleh dengan nasi putih hangat dan saos tomat atau saos sambal. Makan daging ayamnya, kulitnya dan tepungnya sebersih mungkin tapi hati-hati jangan sampai tulang ayamnya patah. Sisihkan tulangnya.
2. Masukkan tulang ayam sisa makan tadi ke dalam gelas yang berisi Hidrogen Peroksida. Rendam tulang belulang di dalam segelas Hidrogen Peroksida tersebut untuk beberapa waktu. Amati dari waktu ke waktu, lihat perubahan apa yang terjadi?
3. Setelah 24 jam, bersihkan rendaman tadi dan rendam lagi dengan segelas Hidrogen Peroksida yang baru. Biarkan untuk beberapa waktu kembali. Lakukan pengecekan rutin harian selama 2-3 hari.
4. Bila tulang sudah terlihat putih dan material2 selain kalsium telah hilang, bersihkan tulang ayam tadi dengan air dan keringkan. Sambil menunggu, cari informasi mengenai anatomi sayap burung.
5. Tata tulang-tulang ayam tersebut dan rekatkan pada kertas/karton dengan menggunakan lem silikon (glue gun).

Jadinya kira-kira begini:



Perhatikan bagian-bagian tulang tersebut, adakah kesamaan bagian tulang tersebut dengan tulang-tulang tanganmu?


Friday, May 01, 2015

Browning



Itu bekalnya Nana kalo hari Jumat: maki sushi wannabe, nugget dan apel potong.

Salah satu masalah kalau bawain si Nana apel potong itu, apel-nya cepat berubah jadi kecoklatan alias browning akibat oksidasi.

Solusi saintifik-nya tentu oksidasi-nya perlu dihambat. Kita sering tahu kalau kita bisa bikin percobaan anti-browning dengan air perasan lemon atau cuka. But really, masak iya apel potong yang mau dimakan dikasih cuka? Air lemon masih mending, walaupun jadi agak masam rasanya.

Trus gimana dong? Pakai jus apel! Rendam potongan apel di dalam segelas jus apel selama satu atau dua menit. Jus apel di pasaran biasanya mengandung asam sitrat atau asam askorbat yang bisa menghambat proses oksidasi (coba tengok di bagian komposisi). Dan tentu saja jus apel tidak mengubah rasa apel potongnya terlalu ekstrim!

Thursday, November 15, 2012

Lensa Mika

Percobaan ini udah aku bikin seminggu yang lalu, apa malah dua minggu yang lalu ya bikinnya. Tapi baru sempet posting sekarang. Percobaan ini masih satu paket sama pesenan-nya si Ina bikin soal PSTW itu...

Salah satu soal PSTW kemaren melibatkan lensa. Tapi gimana caranya aku bikin lensa? Hmmm... setelah merenung di WC, kalo aku bisa bikin prisma kenapa enggak aku bisa bikin lensa. So, dengan teknik yang sama dengan teknik yang aku pake buat bikin prisma, aku bikin lensa.

Pertama aku coba bikin lensa dengan menyambung 2 mika datar yang dilengkungkan. Tapi gagal. Karena mika yang aku bikin fungsinya untuk wadah air, sambungan di lengkungan itu berantakan. Airnya bocor-bocor.

Tapi kebetulan aku notice sesuatu. Mika yang aku pake kan dari bekas wadah lampu. Nah, bohlam lampu itu kan melengkung. Kenapa enggak aku pake lengkungan yang udah jadi rather than ngelengkungin sendiri?!! So, I did it. Dengan bantuan lakban dan lem silikon, jadilah:

Trus, dengan menggunakan senter rakitan sebagai sumber cahaya kita bisa lihat kalo lensa-nya bekerja. Anyway, sekedar ninggal catetan di sini, tadinya aku pake senter kecil tapi nggak begitu keliatan-keliatan amat dan tebak siapa yang came up with the idea of using senter rakitan? Yak betul, NANA!

Wednesday, November 07, 2012

Selang Siphon

Percobaan yang satu ini simpel dan bermanfaat. Mungkin banyak juga yang udah tau. Kalo di Indonesia, biasanya teknik siphon pake selang ini dipake orang jualan bensin ngalirin bensin dari drum besar ke botol-botol 1 literan.

Kenapa kok tiba2 posting tentang siphon? Masih terkait PSTW lagi... Teknik ini bisa dipakai untuk mengurangi air dari dalam botol tanpa harus memiringkan botol. Botol yang dimaksud tentunya botol penyelam kartesian yang kemarin. Kalo botolnya dimiring-miringin, ruang udara penyelam kartesiannya bisa kemasukan air dan kacau lah demonstrasi-nya. Makanya perlu pake siphon.

Untuk melakukan teknik siphon ini cukup dengan selang yang cukup panjang, yaa 3x tinggi botol yang dipake cukuplah. Selangnya biasanya aku cari di toko bangunan. Tapi cari di tempet lain juga ada mungkin.

Trus gimana cara percobaannya? Bisa liat video "siphon in action" yang agak jayuz berikut:

Sekedar berbagi memori, siphon ini salah satu percobaan yang paling intriguing buat aku pas aku SMA kelas 3. Waktu itu sempet sampe aku itung-itung pake Bernoulli etc. Tapi kesimpulan akhir dari "pencarian"-ku terhadap apa yang bisa bikin siphon bekerja itu simpel banget, balik ke pelajaran IPA Sekolah Dasar: "air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah". Meskipun pake acara naik dulu, setidaknya hukum alam yang umum itu masih berlaku dalam kasus siphon. Well ya... tapi si Dr. Campbell di video itu bisa menjelaskan secara lebih baik dan mendetail sih.

Tuesday, November 06, 2012

Balon Jet

Ini masih terkait sama PSTW juga. Kali ini aku merasa perlu ngasi tau gimana caranya bikin Balon Jet. Pernah sih aku posting di sini:

http://arkhadipustaka.blogspot.com/2011/07/hiddenleafs-jet-balloon.html

Itu postingan bulan Juli kemaren. Tapi boleh lah ya kasih poto-poto lagi.

Untuk bikin Balon Jet, yang dibutuhkan adalah balon tiup yang besar dan bagus, sedotan besar dan karet gelang.

Setelah mengikat sedotan ke balon dengan menggunakan karet gelang, buat corong kertas.

Trus corongnya di-edit pake gunting dan selotip. Jadinya kayak begini:

Dan... kalo ditiup, trus dilepaskan...

Sunday, November 04, 2012

Penyelam Kartesian

Pernah sih bikin postingan tentang percobaan ini di sini. Tapi berhubung diminta bikin soal PSTW dan aku rasa aku perlu ngasih tau si Ina gimana caranya bikin benda yang satu ini, nggak pa pa lah reposting.

Alat & Bahan:

Alat & bahan yang saya pakai untuk penyelam yang ini mirip sama postingan terdahulu tapi agak advance, karena pake lem silikon alias lem bakar atau lem tembak:

1. Sedotan besar (untuk minuman bubble biasanya)
2. Lem silikon
3. Korek gas
4. paku/sekrup untuk beban, 2 buah
5. Botol minuman (pas bikin ini aku pake bekas botol grape juice-nya Nana)
6. Air

Prosedur:

1. potong sedotan sepanjang 6 cm, lalu tutup salah satu ujung dengan lem silikon, dan tempelkan beban pada ujung yang lain. Seperti terlihat pada gambar berikut:

2. Masukkan penyelam ke dalam botol yang diisi air sampai penuh, tutup botol rapat-rapat, dan tekan (squeeze) botol kuat-kuat. Jika ketika penyelam dimasukkan langsung tenggelam, berarti sedotannya kurang panjang ~> ganti dengan sedotan yang lebih panjang. Jika ketika penyelam terapung ketika dimasukkan tapi tidak mau tenggelam ketika botol ditekan, berarti sedotannya kepanjangan ~> potong sedotan sedikit. Kebetulan, waktu saya coba 6 cm untuk beban sekrup yang saya punya masih kepanjangan 0.5 cm. Baru setelah saya potong sedotan jadi 5.5 cm, penyelamnya bekerja dengan baik.

Penyelam kartesian ini bagi saya lumayan epik, karena saya punya momen yang cukup berkesan di sini. Pas itu, penyelamnya pake WORTEL!!! Carved carrot tepatnya. Kalo bukan idenya si Ibnu Gholib ya siapa lagi yang bisa bikin cartesian diver dari sayuran. Hehehe.

Tuesday, May 08, 2012

Prisma Pelangi

Sebenernya ini postingan telat, tapi nggak apa-apa lah. Percobaan ini udah saya bikin bulan April lalu, tapi baru saya posting di blog Mei ini. Sebab? Males nulis...

Ok, alkisah bulan lalu sebelum cuaca Spring di Baltimore berubah jadi agak Winter yang dingin dan bikin males ituh, matahari sore bersinar cerah sekali. Setelah saya posting tentang kunang-kunang cahaya, saya jadi tertarik untuk bikin pelangi untuk Nana. Membuat sepotong pelangi tepatnya.
Ada banyak cara untuk bikin pelangi: dengan seember air dan kaca (tapi saya nggak punya kaca portabel), atau dengan water spray (tapi pelanginya cuma muncul tipis dan sesaat), atau dengan ... PRISMA!

Bikin pelangi dengan prisma itu textbook banget. Kalo' baca buku pelajaran tentang dispersi cahaya dijamin ada gambar prisma segitiga dilewatin sinar putih trus sinarnya terdispersi jadi pelangi. Tapi apakah Anda pernah mencoba bikin sendiri percobaan macam yang ada di gambar-gambar di buku itu? Jangan-jangan gambarnya cuma hoax tuh?! Wekekekeee... nggak ding kalo' hoax. Tapi pengalaman bikin pelangi sendiri itu, yakin, tak tergantikan sama gambar yang ada di buku itu.
So... mulailah saya bikin improvisasi percobaan prisma pelangi berbasis bahan rumahan

Bahannya sederhana: plastik mika keras, saya pakai bungkus lampu kayak yang di gambar inih:


Potong 3 buah bujur sangkar 1 inch x 1 inch dan 1 buah segitiga sama sisi dengan sisi 1 inch. Lalu, rekatkan potongan2 plastik mika keras itu tadi dengan lem bakar (lem tembak/lem silikon) sehingga terakit sebuah prisma segitiga tanpa tutup. Kemudian, isi prisma tersebut dengan air. Trus biar kayak di buku-buku textbook, ya potonglah karton (saya pake karton sereal) yang dibikin "jendela" kecil untuk lewat sinar matahari seperti gambar di bawah:


Ubah-ubah posisi prisma terhadap cahaya sampai keluar dispersi pelangi-nya.
Selain pakai "filter", prisma rumahan ini juga bisa dipake free-hand, citra pelangi-nya bisa "dipegang" hehehe. Ini Nana lagi "pegang" pelangi:


Kalo' tambah sore, dan sudut datang cahaya matahari-nya berubah, "filter"-nya juga bisa diubah-ubah posisi-nya. Adjusting ini bagian yang paling menyenangkan dari sebuah percobaan. Dan "Aha!" adalah ketika potongan pelangi-nya muncul.

Naaahhh... kalo' di-close up, potongan pelangi-nya tampak kayak gini:


Trus, saya iseng-iseng bikin proyeksi lintasan cahayanya. Dan saya baru sadar, kalo' selain menampilkan dispersi cahaya, prisma rumahan ini juga menampilkan fenomena cahaya yang lain: PEMANTULAN SEMPURNA!

Garis warna putih itu cahaya datang matahari dan cahaya matahari yang keluar dari prisma akibat pemantulan sempurna. Garis yang oranye itu garis perkiraan saya terhadap lintasan cahaya matahari yang terbiaskan di dalam prisma. Garis yang kuning itu garis dispersi pelangi-nya.

Well, gimana? Pengen nyoba bikin sendiri nggak? Gampang lho bikinnya...

Wednesday, March 07, 2012

Nana dan Instrumen Musik Sederhana

Hmmm... saya lupa ini gara-gara Nana nonton Charlie & Lola-nya Cbeebies atau Little Einstein-nya Disney Junior atau Curious George-nya PBS Kids, tapi yang jelas gara-gara terpapar salah satu dari felem tadi, Nana jadi terinspirasi bikin "musical instrument".

Heo. Anak polah bapa kepradah. Untung bapaknya hiddenleaf shinobi.

Jadi saya bikinkan instrumen musik sederhana berikut:


Yang pertama, toples-toples plastik itu tinggal dipukul-pukul saja, pura-puranya bongo.

Yang kedua, wadah CDR diisi beras secukupnya (setengah genggam), pura-puranya maraca.

Yang terakhir ini agak spektakuler karena Nana sendiri yang punya inisiatif (terinspirasi felem itu kali ya). Kardus oranye itu hasil penggresekan (ambil dari tempet sampah orang), aslinya itu bungkus makanan kucing apa ya, ibuk Ifta dulu yang ngumpulin kotak2 fancy itu. Tinggal dikasih karet (karetnya dapet kalo' pas beli telor/stroberi di WholeFoods) sama sisir. Pura-puranya ukulele.

Nana excited sekali pas pertama kali bikin serombongan instrumen musik sederhana ini. Pas ibuk Ifta pulang dari kampus langsung Nana ngajakin bapak dan ibuk bikin orkestra. Nyanyi apa nggak jelas... tapi kalo' diimajinasi saya kok terdengar seperti openingnya Rio (2011)... AAaalll the birds of a feather... *tektekdungplek

Friday, December 02, 2011

Hiddenleaf's Snowflake Cut

Even I am residing in Baltimore, far away from other fellow shinobies, my passion on making simple experiment for children is still alive. This is my newest "jutsu": hiddenleaf's snowflake cut.

It was Nana who played an online games from pbskids.org/sid/ presenting a winter scenery. Accompanied her playing one of the game module, I was curious to make a snowflake cut. The easiest way, of course, is by changing the flower pattern cut from hiddenleaf's paper flower experiment into a snowflake pattern. After I made the modified cut, I realized that the flower pattern only produces octagonal snowflakes. Meanwhile, common snowflakes on people mind are hexagonal.

I knew the idea of making snowflake cut is not original. Despite of searching the cut on the internet, I was thrilled to find my own hiddenleaf's style snowflake cut. It's very interesting finding your own way to do something, even it sounds stupid.

And here is the cut:

To make a snowflake cut you need a square paper (rectangle shape also works) and a scissors.

1. Fold the paper twice as shown on step no.1 and no.2.

2. The trickiest step is dividing the 90 degree corner into three 30 degree angle, as shown on step no.3

3. You can modify the cut pattern as shown on step no.4 as you like.

4. After you cut it down, unfold the paper and voila...

I will let you find how it looks by yourself (^^,a

P.S.: this simple experiment can be used to teach geometry

Monday, July 11, 2011

Hiddenleaf's Jet Balloon

Kebetulan hari ini ada yang nanya gimana caranya bikin percobaan yang satu ini. Kayaknya sih dulu aku pernah nulis eksperimen ini di internet, tapi aku cari-cari kok nggak ketemu. Jadi yaa... aku tulis lagi aja deh yang baru.

Percobaan ini awalnya kepikiran pas lagi tidur-tiduran di D-6. Kepengen bikin flying object lagi setelah sudah beberapa lama hiddenleaf punya flying fire.

Ide besarnya adalah tentang mengendalikan udara yang keluar dari balon.

Alat & Bahan:
1. Balon besar yang bagus
2. Sedotan besar dan keras (biasanya untuk minuman bubble-tea)
3. Karet
4. Kertas (kertas BC/Manila lebih baik)
5. Gunting
6. Selotip

Tahapan percobaan:
1. Sambung mulut balon dengan sedotan, ikat dengan karet. Sedotan akan berfungsi sebagai 'nozzle'.
2. Buat kerucut terpancung menggunakan kertas, dan selotip. Sesuaikan ukurannya dengan sedotan dan balon. Kerucut terpancung ini akan berfungsi sebagai 'stabilizer' balon jet.
3. Rangkai balon, sedotan dan stabilizer-nya seperti pada gambar berikut:


4. Tiup balon sampai besar (tapi jangan sampai meletus). Tutup "nozzle" alias ujung sedotan tempat kita meniup balon dengan jempol. Arahkan balon vertikal.
5. Lepas!!!

Balon yang ditiup sampai besar ketika dilepaskan akan terbang bebas tidak beraturan. Sedangkan, dengan penambahan 'nozzle' dan 'stabilizer' akan membuat balon terbang bebas beraturan. Lintasan yang tadinya acak berubah menjadi lintasan yang cenderung linear. Voila!! I love it. I love to make something simple that works, with my friends.

Wednesday, August 04, 2010

Keju Putih

Pertemuan XI, kelas X Semester I

Tujuan: Mengetahui proses pembuatan keju

Keju atau dalam bahasa Inggris disebut cheese berasal dari kata caseus dalam bahasa Yunani yang juga dipakai untuk menamai protein di dalam susu: kasein. Jadi, ketika kasein diekstrak dari susu maka yang akan kita dapatkan adalah keju. Ekstraksi kasein dari susu salah satunya dapat dilakukan dengan mencampurkan asam jeruk lemon ke dalam susu.

Alat & Bahan:
1. Susu segar 1 liter
2. 3-4 sdm air perasan jeruk lemon
3. Panci
4. Kompor
5. Sendok sayur
6. Alat saring
7. Kain blacu
8. Tali kenur & gunting
9. ¼ sdt garam
10. ¼ sdt merica
11. Mangkuk, sendok makan, sendok teh
12. Roti tawar

Prosedur:
1. Panaskan susu di atas api sedang. Jaga agar jangan sampai berbuih/pecah dengan cara diaduk perlahan.
2. Setelah susu panas, kurang lebih 70o Celcius, atau sudah muncul buih kecil di pinggir panci, masukkan air perasan jeruk lemon. Aduk.
3. Tiriskan gumpalan yang terbentuk dengan alat saring. Lalu bungkus dengan kain blacu yang diletakkan di atas mangkuk. Setelah gumpalan dirasa habis (telah terkumpul sebanyak satu kepalan tangan) ikat kain blacu, peras sehingga sisa airnya keluar. Buka kain dan gumpalan yang berwarna putih yang didapat adalah keju.
4. Tambahkan garam dan merica, lalu campurkan sampai rata.
5. Oleskan keju yang sudah jadi itu ke roti tawar dan makan. Bagaimana rasanya?

Pertanyaan:
1. Apakah rasa keju putih sama dengan keju yang ada di pasaran (terutama keju cheddar)? Apakah terdapat aroma lemon dalam keju?
2. Mengapa susu harus dipanaskan ketika direaksikan dengan asam jeruk lemon?
3. Menurutmu apakah cara pembuatan keju cheddar sama dengan keju putih yang dibuat? Bagaimana dengan jenis keju yang lain seperti keju parmesan dan keju mozzarella?

Thursday, July 15, 2010

Apa yang bisa dimainkan dengan terusi?



Terusi, bukan terasi.

Terusi adalah nama trivia untuk CuSO4 (tembaga sulfat) yang berbentuk kristal berwarna biru. Bahan kimia ini bukan bahan kimia "rumah tangga" seperti soda kue atau asam sitrat yang bisa dibeli di supermarket. Sepanjang pencarianku, terusi cuma bisa didapat di toko kimia dengan harga kurang lebih Rp. 40.000 per kilogram, dan 1 kg itu banyak. Oia, F.Y.I. terusi itu agak beracun, so jangan dijilat/masuk ke saluran cerna ataupun dimainkan anak tanpa pengawasan orang yang berpengalaman dengan eksperimen terusi.

Apa yang bisa dimainkan dengan terusi? oke, ini beberapa yang biasa aku mainkan:

1. Reaksi Alkemis! tentu saja. tapi butuh tambah garam dan alumunium foil (air dan gelasnya juga ...)

2. Kristalisasi. larutkan terusi di air panas sampai jenuh, lalu celupkan "bibit" kristal terusi yang digantung dan tunggu beberapa minggu ... tapi, aku nggak pernah berhasil dapet kristal cantik yang bentuknya paralelepipedum

3. Mewarnai api. lekatkan bubuk terusi di ujung stik es krim dan bakar di bunsen. Voila, you'll get a nice green flame. Masih kurang? campur terusi dengan garam dapur dan sedikit air .. dan dia akan berubah jadi tembaga klorida yang berwarna hijau. Lekatkan di ujung stik es krim yang lain .. and voila! guess what color will you get? hehehehe ..

4. Biuret test. ini uji protein kalo masih ada yang lupa. buat 1% larutan terusi dan 1% larutan NaOH (yang bisa didapet dari penggelontor pipa such as Dranex). Lalu buat larutan uji, paling gampang sih melarutkan sedikiit putih telor ke air. 1/2 sdt dalam 1/2 gelas air cukuplah. Biar kayak ilmuwan, masukkan sampel protein di tabung reaksi dan tetesi 3 tetes larutan NaOH yang sudah dibuat. Aduk. Belum terjadi apa-apa. Lalu tetesi 3 tetes larutan Terusi ... Voila! Apa yang terjadi? Coba sendiri dah ...

Masih kurang?

ada lagi sih yang lebih rumit, semacam bikin Benedict Test untuk Glukosa. Tapi karena butuh lebih dari sekadar terusi yang ditambahin bahan sederhana lain jadi nggak masuk daftar.

Ada yang mau nambahin?

gambar diambil dari sini

Tuesday, May 25, 2010

Simple Home-made Technology for Toddler

Finally ... I successfully made a bubble blower for my lovely daughter. Here it is:

The Bubble Blower

Umm .. walopun dibikin dari barang bekas .. tapi barang elektroniknya lumayan mahal .. total cost-nya kira-kira 15 ribu.

Bahannya:
- 3 botol bekas .. diambil ujungnya. Sebaiknya yang dua kotak (Zestea atau C-1000 Orange Water) dan yang satu Nu Apel ... ahahahahah ngiklan!
- sebuah kipas komputer ukuran sedang, tipis
- batere 9 volt, dan kancingnya
- 1 buah limit switch
- lem bakar dan selotip

Semua bahannya dirangkai sedemikian rupa ... rangkaiannya nggak usah digambar lha wong cuma rangkaian batere-saklar-kipasangin.

Nana senang sekali bisa meniup gelembung dengan alat ini .. soalnya, kalo disuruh tiup manual Nana belum bisa.

Cairan gelembungnya terdiri dari 1 bagian teepol dan 3 bagian air.

Friday, November 28, 2008

Boleh Dicoba Sendiri ...

Beberapa waktu yang lalu, UGM dihajar puting beliung. Kebetulan, sahabat saya, hermansaksono jadi saksi mata dan mengabadikan puting beliung itu di youtube.

Nah ... kalo belum pernah lihat live-nya, silakan download dulu youtube di atas dan perhatikan baik-baik proses terjadinya puting beliung tersebut. Setelah itu siapkan:

- gelas plastik bening (bekas air minum)
- pewarna makanan cair/tetes; warna terserah
- sendok
- air

Lalu, lakukan prosedur berikut

- Isi gelas dengan air sampai tingginya kurang 1 cm dari mulut gelas
- Aduk air tersebut dengan sendok dengan kecepatan tinggi, jaga agar air tidak tumpah
- Segera keluarkan sendok ketika pusaran air akibat adukan tersebut tercipta
- Segera teteskan 1 tetes pewarna makanan tepat di tengah-tengah pusaran
- Lihat yang terjadi

It's easy, but it's amazing ... at least for me :)