Saturday, May 24, 2008
Berhenti Berpolemik!
Yang punya SBY mengandung pesan untuk terus optimis, punya Sutrisno Bachir saya tidak bisa menangkap maksudnya apa. Tapi mungkin yang pernah lihat diskusi antara Amien Rais, B.J. Habibie dan Jusuf Kalla beberapa waktu lalu di MetroTV, akan mendapatkan satu slogan lagi dari mantan Presiden yang Teknokrat itu: BERHENTI BERPOLEMIK!
Buat saya, yang terakhir ini lebih "kena" daripada Hidup Adalah Perbuatan atau Indonesia Bisa.
Kemarin, sewaktu mengajar di SMU 3 Yogya saya sempet ngangkat tema ini ke anak-anak KIR responsnya: "Polemik tu apa mas?"
Hadew ...
Tapi belakangan, saya jadi berterimakasih sama anak yang tanya "Polemik itu apa". Karena dari pertanyaan itulah, slogan itu jadi bermakna.
Polemik adalah ketika kita lebih suka membuat masalah daripada menyelesaikan masalah
Polemik adalah ketika kita lebih suka menyoroti aib dan kekurangan orang lain daripada berkaca dan melakukan introspeksi
Polemik adalah ketika kita lebih suka orang lain menderita daripada memberikan pertolongan kepadanya
Polemik adalah ketika kita lebih suka berwacana daripada melakukan sesuatu yang benar-benar berguna bagi orang lain
Polemik adalah ketika kita lebih suka memikirkan kepentingan diri kita sendiri daripada kepentingan yang lebih besar, bangsa dan negara.
Jadi .. BERHENTI BERPOLEMIK! Dan mulailah melakukan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain.
P.S.: seandainya himbauan untuk berhenti berpolemik ini ditempel di baliho-baliho jalan .. di media-media cetak dan elektronik .. .
Saturday, May 10, 2008
Naana ...
Kira-kira artinya: Tidak ada kebaikan pada sebagian besar bisikan (najwa) mereka, manusia, KECUALI bisikan orang-orang yang mengajak orang untuk bersedekah, atau mengajak berbuat kebaikan, atau juga mengajak untuk saling berdamai antar umat manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keRIDHAan Allah, maka kelak Kami (Allah) memberi kepadanya pahala yang besar.
Amiin ya Allah ... .
Nana sayang ibuk ...
Tuesday, April 01, 2008
The Shinobies Thing
Menapak tilas penemuan Gholib yang pas mati lampu juga, aku mendokumentasikan flying fire untuk dipublikasikan (dulu pernah dipublikasi via milis sains, tapi gak ada gambarnya).
Cara mainnya gampang. Cuma butuh 2 buah lilin, korek, ruangan yang cukup gelap dan tidak berangin.
Lilin #1 diberdirikan. Lilin #2 dipegang dengan tangan. Lalu atur posisinya seperti di bawah, jaga api lilin #1 sehingga cukup steady:
sehingga apinya terbang seperti dibawah (perhatikan jempolnya heheh ..):
Selamat mencoba! Memang butuh ketelitian dan kesabaran ekstra.
N.B.: kredit untuk Riha Ali Muhammad, adik iparku yang keliatan jempolnya itu :)
trus ati-ati lantainya kotor. Sebaiknya diberi pelapis yang tidak mudah terbakar.
Owya, dua posting sebelum ini kuhapus. Nggak sesuai tema blogku (",v
Monday, March 24, 2008
Mas Ngatiyar
Sore itu langitnya mendung. Riko yang sudah lama nggak mampir ke angkringan Lik Jumakir menepikan motornya untuk silaturahim dan sekedar makan ampela bakar serta minum jahe panas favoritnya.
"wah yang sudah jadi orang ... " sapa Lik Jumakir.
"Trus tugas guru dalam kacamata Maria Montessori pada dasarnya bukan sebagai sumber belajar tapi sekedar fasilitator. Tugas guru adalah menjadi pelayan yang mempersiapkan lingkungan belajar untuk murid-muridnya sehingga muridnya sendirilah yang nantinya belajar dari lingkungan yang telah disediakan itu. Kata Montessori lagi, kalo' proses itu dialami oleh murid yang bersangkutan maka anak itu akan terbuka jiwanya dan menjadi manusia baru."
"Wheeheheh .. elok elok. Berat iki ... " Mas Ngatiyar terkekeh.
Riko hanya menanggapinya dengan bahasa tubuh lalu memakan ampela bakarnya. Awan kelabu yang dari tadi menggelayut mulai turun dan menitikkan rinai hujan yang begitu lembut.
"Sudah dulu ya Lik, keburu hujannya deres," pamit Riko sambil membayarkan sejumlah uang.
"Aku juga Lik, sekalian aja. Nanti ndak kehujanan di jalan." Mas Ngatiyar ikutan.
"Kapan-kapan ngobrol lagi ya Ko," ujar Mas Ngatiyar.
"Ok deh .. tapi lain kali Mas Ngatiyar yang harus bagi-bagi ngelmu. Heheheh ... "
Dan senyuman pun menghiasi berakhirnya majlis ilmu kecil-kecilan di warung angkring tadi. Yang tidak mereka tahu, beberapa pasang malaikat mendoakan kebaikan atas mereka bertiga. Maka mana lagi nikmat dari Tuhanmu yang kau dustakan?
Fa bi ayyi aalaa-i Rabbikuma tukadzdziban?
Arkhadi Pustaka
Plosokuning, 24 Maret 2008 pk1 dini hari
Terinspirasi obrolan dengan Mas Ngatiyar yang asli. Peace Mas :D
Thursday, March 20, 2008
Berbagi Kebahagiaan
telah lahir putri kami tercinta ke dunia, pada tanggal 17 Maret 2008 bertepatan dengan 9 Maulud 1429 H pukul 16.25 sore, persalinan spontan.
Tiada yang dapat kami ungkapkan selain puji dan syukur yang teramat dalam ke hadirat Allah SWT. Dan berharap agar anak kami menjadi orang yang bertakwa, berbakti kepada orangtua, bermanfaat untuk semua dan dekat dengan Tuhannya. Sesuai nama yang kami berikan padanya, yang merupakan seuntai doa: Najwa Maulida Arifah