Friday, June 06, 2008

Halo Dunia ...

Heu .. aku berubah jadi bapak yang hobi majang anaknya di blog pribadi. Dulu sih kadang merasa heran juga kalo' ada orang yang suka majang-majang foto keluarganya di internet. Tapi sekarang malah ngalamin sendiri heheheh. Karma?

Nana say hey to the world ...

halo dunia ...

Saturday, May 24, 2008

Berhenti Berpolemik!

Akhir-akhir ini banyak sekali slogan-slogan yang bergaung entah itu di baliho-baliho jalan atau juga di media cetak dan elektronik menyambut 100 tahun kebangkitan nasional. Salah satu yang paling populer tentunya: Hidup Adalah Perbuatan punya Sutrisno Bachir. Terkesan tidak mau ketinggalan, Presiden SBY melontarkan slogan: Indonesia Bisa.

Yang punya SBY mengandung pesan untuk terus optimis, punya Sutrisno Bachir saya tidak bisa menangkap maksudnya apa. Tapi mungkin yang pernah lihat diskusi antara Amien Rais, B.J. Habibie dan Jusuf Kalla beberapa waktu lalu di MetroTV, akan mendapatkan satu slogan lagi dari mantan Presiden yang Teknokrat itu: BERHENTI BERPOLEMIK!

Buat saya, yang terakhir ini lebih "kena" daripada Hidup Adalah Perbuatan atau Indonesia Bisa.

Kemarin, sewaktu mengajar di SMU 3 Yogya saya sempet ngangkat tema ini ke anak-anak KIR responsnya: "Polemik tu apa mas?"

Hadew ...

Tapi belakangan, saya jadi berterimakasih sama anak yang tanya "Polemik itu apa". Karena dari pertanyaan itulah, slogan itu jadi bermakna.

Polemik adalah ketika kita lebih suka membuat masalah daripada menyelesaikan masalah

Polemik adalah ketika kita lebih suka menyoroti aib dan kekurangan orang lain daripada berkaca dan melakukan introspeksi

Polemik adalah ketika kita lebih suka orang lain menderita daripada memberikan pertolongan kepadanya

Polemik adalah ketika kita lebih suka berwacana daripada melakukan sesuatu yang benar-benar berguna bagi orang lain

Polemik adalah ketika kita lebih suka memikirkan kepentingan diri kita sendiri daripada kepentingan yang lebih besar, bangsa dan negara.

Jadi .. BERHENTI BERPOLEMIK! Dan mulailah melakukan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain.

P.S.: seandainya himbauan untuk berhenti berpolemik ini ditempel di baliho-baliho jalan .. di media-media cetak dan elektronik .. .

Saturday, May 10, 2008

Naana ...

anakku .. nama yang kau miliki (Najwa Maulida Arifah: bisikan yang dilahirkan wanita bijak) adalah nama yang kami berikan beserta sebuah doa semoga Nana jadi anak shalehah. Na .. bapak ama ibu kebetulan nemu ayat Quran yang baguusss banget, cocok sama Nana:

Q.S. An-Nisa: 114

Kira-kira artinya: Tidak ada kebaikan pada sebagian besar bisikan (najwa) mereka, manusia, KECUALI bisikan orang-orang yang mengajak orang untuk bersedekah, atau mengajak berbuat kebaikan, atau juga mengajak untuk saling berdamai antar umat manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keRIDHAan Allah, maka kelak Kami (Allah) memberi kepadanya pahala yang besar.

Amiin ya Allah ... .

nana sayang ibuk ...

Nana sayang ibuk ...

Tuesday, April 01, 2008

The Shinobies Thing

Akhirnya ... setelah sekian lama dateng juga momen yang tepat. Ceritanya semalem mati lampu dan adik2 ipar lagi pada nginep di rumah. Well .. aku trus ngajakin mereka main "The Flying Fire"-nya. Ini eksperimen orisinal Hiddenleaf Shinobies yang ditemukan pertama kali ama Gholib sekitar tahun 2004.

Menapak tilas penemuan Gholib yang pas mati lampu juga, aku mendokumentasikan flying fire untuk dipublikasikan (dulu pernah dipublikasi via milis sains, tapi gak ada gambarnya).

Cara mainnya gampang. Cuma butuh 2 buah lilin, korek, ruangan yang cukup gelap dan tidak berangin.

Lilin #1 diberdirikan. Lilin #2 dipegang dengan tangan. Lalu atur posisinya seperti di bawah, jaga api lilin #1 sehingga cukup steady:



sehingga apinya terbang seperti dibawah (perhatikan jempolnya heheh ..):


FlyingFire


Selamat mencoba! Memang butuh ketelitian dan kesabaran ekstra.

N.B.: kredit untuk Riha Ali Muhammad, adik iparku yang keliatan jempolnya itu :)

trus ati-ati lantainya kotor. Sebaiknya diberi pelapis yang tidak mudah terbakar.

Owya, dua posting sebelum ini kuhapus. Nggak sesuai tema blogku (",v

Monday, March 24, 2008

Mas Ngatiyar

Sore itu langitnya mendung. Riko yang sudah lama nggak mampir ke angkringan Lik Jumakir menepikan motornya untuk silaturahim dan sekedar makan ampela bakar serta minum jahe panas favoritnya.

"wah yang sudah jadi orang ... " sapa Lik Jumakir.

"bukannya dari dulu sudah orang ya mas," Riko membalas klise.

"ho oh kie .. mentang mentang sudah bekerja, trus jarang nongkrong," sambar seseorang.

"wee .. ada mas Ngatiyar juga to."

Rupanya Riko bertemu teman lama yang suka nongkrong di angkringan Lik Jumakir. Mas Ngatiyar namanya, seorang aktivis LSM yang sudah punya jam terbang tinggi.

"Ampela bakar sama jahe Lik, biasa ... " pesan Riko sambil mengambil tempat duduk favoritnya, di dekat tungku.

"Sekarang sibuk ngapain Ko?" tanya Mas Ngatiyar

"Biasa mas ... dari dulu juga kerjaannya main-main sama anak-anak SD."

"Hayah ndobos banget," cibir Mas Ngatiyar. "Kalo' sudah jarang nongkrong di angkringan ini berarti udah punya tempat tongkrongan lain. Ya to?" kejarnya.

"ho oh itu ... " Lik Jumakir ikut nimbrung sambil menyodorkan segelas jahe panas.

"Ya iya sih mas, tapi ya minatku sama pengembangan pendidikan sains untuk anak nggak berubah mas. Kayak sampeyan nggak tahu aku aja."

"Lha kok bisa betah banget dolanan sama anak-anak SD tu kamu ngapain aja to?"

"Ya bikin mainan-mainan sederhana yang bisa dimainin anak-anak SD di rumahnya. Ya masuk ke SD-SD, berbagi sama guru-guru sepuh yang sudah punya banyak pengalaman sekaligus belajar dari mereka. Seru lho mas."

"Lha iya .. tapi dolananmu tu contohnya kayak apa?" kejar Mas Ngatiyar.

Sambil mengambil ampelanya yang sudah dibakar dan dilumuri kecap, Riko meminta dua batang lilin ke Lik Jumakir.

"Contohnya ini ni mas," Riko menyalakan kedua lilin tadi. Sebuah lilin dalam posisi tegak dan lilin kedua dipegang di tangan kanan. Sembari tangan kirinya melindungi api lilin pertama supaya stabil, Riko mengatur letak lilin di tangannya sedemikian rupa sehingga api lilinnya membumbung ke atas dan menghilang. Apinya terbang!

"Wuehh!! Elok tenan!" seru Mas Ngatiyar. "Kok bisa gitu Ko?"

"Lha menurut Mas gimana bisa gitu?"

"Wah .. aku nggak ngerti sains Ko."

"Ini ceritanya panas api lilin yang di bawah mendorong uap parafin di lilin kedua sehingga parafin tidak terbakar di sumbu lilin tapi terbakar beberapa senti dari sumbu."

"Yang kayak gini ini yang kamu mainin sama anak-anak SD?"

"Ho oh." Riko menyeruput jahe panasnya. "Tapi yang pokok itu bukan mainannya mas, yang pokok adalah menanamkan sikap ilmiah ke anak-anak dengan menggunakan fenomena-fenomena sains di sekitar kita," lanjutnya.

"Maksude gimana itu?"

"Ya dengan permainan seperti ini kan kita bisa ngajak diskusi, tanya jawab. Jawaban tentang gimana sesuatu terjadi jangan langsung dikasih tapi kalo' bisa anaknya sendiri yang menyimpulkan. Namanya kalo' nggak salah 'socratic questioning'."

"Hmmm .. kayaknya aku dulu pernah dapet itu pas kuliah filsafat tapi udah lupa .. " gumam Mas Ngatiyar.

"Trus tugas guru dalam kacamata Maria Montessori pada dasarnya bukan sebagai sumber belajar tapi sekedar fasilitator. Tugas guru adalah menjadi pelayan yang mempersiapkan lingkungan belajar untuk murid-muridnya sehingga muridnya sendirilah yang nantinya belajar dari lingkungan yang telah disediakan itu. Kata Montessori lagi, kalo' proses itu dialami oleh murid yang bersangkutan maka anak itu akan terbuka jiwanya dan menjadi manusia baru."

"Wheeheheh .. elok elok. Berat iki ... " Mas Ngatiyar terkekeh.

Riko hanya menanggapinya dengan bahasa tubuh lalu memakan ampela bakarnya. Awan kelabu yang dari tadi menggelayut mulai turun dan menitikkan rinai hujan yang begitu lembut.

"Sudah dulu ya Lik, keburu hujannya deres," pamit Riko sambil membayarkan sejumlah uang.

"Aku juga Lik, sekalian aja. Nanti ndak kehujanan di jalan." Mas Ngatiyar ikutan.

"Kapan-kapan ngobrol lagi ya Ko," ujar Mas Ngatiyar.

"Ok deh .. tapi lain kali Mas Ngatiyar yang harus bagi-bagi ngelmu. Heheheh ... "

Dan senyuman pun menghiasi berakhirnya majlis ilmu kecil-kecilan di warung angkring tadi. Yang tidak mereka tahu, beberapa pasang malaikat mendoakan kebaikan atas mereka bertiga. Maka mana lagi nikmat dari Tuhanmu yang kau dustakan?

Fa bi ayyi aalaa-i Rabbikuma tukadzdziban?

Arkhadi Pustaka

Plosokuning, 24 Maret 2008 pk1 dini hari

Terinspirasi obrolan dengan Mas Ngatiyar yang asli. Peace Mas :D