Monday, July 11, 2011

Hiddenleaf's Jet Balloon

Kebetulan hari ini ada yang nanya gimana caranya bikin percobaan yang satu ini. Kayaknya sih dulu aku pernah nulis eksperimen ini di internet, tapi aku cari-cari kok nggak ketemu. Jadi yaa... aku tulis lagi aja deh yang baru.

Percobaan ini awalnya kepikiran pas lagi tidur-tiduran di D-6. Kepengen bikin flying object lagi setelah sudah beberapa lama hiddenleaf punya flying fire.

Ide besarnya adalah tentang mengendalikan udara yang keluar dari balon.

Alat & Bahan:
1. Balon besar yang bagus
2. Sedotan besar dan keras (biasanya untuk minuman bubble-tea)
3. Karet
4. Kertas (kertas BC/Manila lebih baik)
5. Gunting
6. Selotip

Tahapan percobaan:
1. Sambung mulut balon dengan sedotan, ikat dengan karet. Sedotan akan berfungsi sebagai 'nozzle'.
2. Buat kerucut terpancung menggunakan kertas, dan selotip. Sesuaikan ukurannya dengan sedotan dan balon. Kerucut terpancung ini akan berfungsi sebagai 'stabilizer' balon jet.
3. Rangkai balon, sedotan dan stabilizer-nya seperti pada gambar berikut:


4. Tiup balon sampai besar (tapi jangan sampai meletus). Tutup "nozzle" alias ujung sedotan tempat kita meniup balon dengan jempol. Arahkan balon vertikal.
5. Lepas!!!

Balon yang ditiup sampai besar ketika dilepaskan akan terbang bebas tidak beraturan. Sedangkan, dengan penambahan 'nozzle' dan 'stabilizer' akan membuat balon terbang bebas beraturan. Lintasan yang tadinya acak berubah menjadi lintasan yang cenderung linear. Voila!! I love it. I love to make something simple that works, with my friends.

Saturday, June 11, 2011

Butir Soal Ujian yang Seru

Pas ikut ujian di Prometric untuk keperluan syarat masuk S-3 kemarin, saya nemu soal ujian yang menurut saya keren abis (keren darimana coba?). Berikut soalnya dalam bahasa saya sendiri.

w,x,y,z are positive integer and w < x < y < z.
If the mean of those numbers smaller than the median, then which one is correct?

A. x-w > z-y
B. x-w < z-y
C. x-w = z-y
D. you can not define the relationship.

Well, saya sendiri belum ngerti jawabannya. Hehe.

Monday, April 18, 2011

April yang Sibuk

I just have to keep faithful: Semper Fidelis.

Tiba-tiba sudah hampir 20 April ... Benar-benar April yang sibuk. April yang ditandai dengan flu, ujian TOEFL iBT, konsulen anak2 KIR, kunjungan ke Akmil, pelatihan eLisa, dan rapat koordinasi rutin.

Dan, jeung Ifta dapet LoA dari JHSPH!

Whatever will be, will be ... as long as we work as hard as we can, let Him take the rest.

Saturday, March 26, 2011

Nana dan Kelinci

Nana & Kelinci

Sejarah perkelincian di rumah kami dimulai sekitar bulan Juli 2010. Ceritanya ibuknya Nana pengen ikut-ikutan tantenya Nana (Bulik Ida) yang miara kelinci di Kotagede. Dan sejujurnya, aku juga jadi tertarik banget miara kelinci habis liat kelinci yang lucu di Kotagede.

Jadilah kami beli seekor kelinci putih, tapi sayang kakinya pincang dan hanya dalam hitungan hari kelinci pertama kami mati kembung gara-gara saya salah kasih pola makan. Saking bersemangatnya saya pengen lihat kaki yang pincang itu sembuh, sehari saya kasih kelinci itu dua ikat kangkung dan matilah dia. D'oh. Tapi saya langsung beli kelinci lagi. Saya merasa tertantang untuk bisa memelihara kelinci.

Kelinci kedua ini kami kasih nama Panda. Kelinci jenis Dutch, harganya 50 ribu. Masih kecil, dan kemudian saya sangat berhati-hati menjaga pola makan si Panda. Dalam beberapa minggu Panda bisa bertahan hidup dengan baik dan menjadi kelinci yang lucu.

Karena kakak sepupu Nana mau datang pas lebaran, Eyang Putri minta dibelikan satu kelinci lagi untuk kakak sepupunya Nana. Jadilah kami punya si Koko.

Koko
Si Koko

Si Koko ini betina, sedang si Panda jantan. Setelah kurang lebih 7 bulan, tepatnya Februari 2011 lalu, tiba-tiba Koko melahirkan 8 ekor anak. Kami heboh sendiri karena nggak nyangka Koko bakalan melahirkan. Untung waktu itu si Panda lagi kena detensi nggak boleh masuk kandang. Konon, bapak kelinci suka makan bayi kelinci yang baru lahir. Serem yak?

8 anak pertama ini meninggal 1 pada saat kelahiran (mortem post partum?), lalu 1 ekor bayi kelinci hilang digondhol tikus! Tikus sialan. Tapi salah kami juga karena tidak memfortifikasi kandang kelinci kami dengan baik. Dan kemudian 1 kelinci lagi mati karena badannya kurus keriput, kalah bersaing dengan saudara-saudaranya. Jadilah bayi kelinci kami bersisa 5: Flopsy, Mopsy, Cottontail, Pupcake dan Custard.

Yang lebih mengejutkan lagi, ketika kelima bayi kelinci kami berusia 34 hari, Koko kembali melahirkan!!! 8 ekor bayi kelinci lagi! Kami heboh sendiri lagi. Dari analisis sahabat kami yang ahli kelinci, Gestan, tampaknya si Koko kawin dengan Panda tepat setelah melahirkan Flopsy bersaudara. Memang, ketika kelahiran Flopsy bersaudara, kami heboh sendiri dan Koko sempat keluar kandang. Tampaknya, karena sudah beberapa waktu Panda terpisah dengan Koko, si Panda mengejar-ngejar Koko dan terjadilah ... tekdung.

Pada kelahiran kedua ini kami mulai kerepotan. Flopsy bersaudara akhirnya kami pisah dengan induknya. Kami kurung di kurungan kelinci yang dulu kami pakai untuk Koko dan Panda. Namun, karena kurungannya tampaknya kekecilan, kami memesan Pak Iwan untuk membuatkan kandang kelinci di bawah tangga. Taddaa ... !

Kandang di bawah tangga
Flopsy bersaudara di kandang bawah tangga

Sayangnya dari 8 kelinci kecil angkatan kedua ini, 1 diantaranya mati ketika berumur 1 minggu karena tubuhnya kecil keriput, mungkin kalah bersaing: seleksi alam.

Semoga 7 bayi kelinci yang ada sekarang bertahan hidup seperti 5 ekor kakak-kakaknya. Masalahnya ... kami kehabisan nama untuk mereka. Ada yang punya ide?

Bunnies corner
Pojok Kelinci...