Friday, February 05, 2016

Satu Mug Brownies

Semuanya satu ...
Bahan:
1 sdm makan tepung
1 sdm nutela (yang agak generous hehehe)
1 sdm minyak sayur
1 butir telur
sejimpit baking soda
(boleh ditambah 1 sdm gula kalau mau agak manis)
Campur semua bahan di dalam mug, kocok (whisk) pakai garpu yg kencang biar adonannya tercampur rata. Lalu dimasukkan microwave 1 menit 45 detik.


*. di foto itu, Brownies-nya diberi topping cream cheese dan potongan anggur.

Friday, January 15, 2016

Dua Kesalahan

Pagi ini Nana menunjukkan beberapa lembar kerja (worksheets) yang dia kerjakan di sekolah. Salah satunya adalah lembar kerja terkait dengan pemahaman bacaan (reading comprehension). Setiap halaman lembar kerja diberi nilai oleh gurunya berdasarkan jumlah jawaban benar. Sebagai contoh, kalau di dalam sebuah lembar kerja ada lima kotak isian dan Nana mengisi dengan benar kelima-lima-nya, dia mendapat nilai 5/5.
Saya tidak tertarik dengan berapa jumlah nilainya. Yang saya tertarik adalah berapa jumlah salahnya. Ternyata si Nana hanya salah satu saja. Saya minta dia menunjukkan di mana letak salahnya. Kemudian saya bantu dia untuk memahami bagaimana jawaban benarnya. Ini namanya evaluasi formatif.
Dalam evaluasi belajar, jumlah benar menunjukkan bahwa pemelajar (learner) sudah memahami topik yang dipelajari. Sedangkan kesalahan adalah peluang untuk mengulang kembali dan meningkatkan pemahaman terhadap topik yang dipelajari.
Saya jadi berpikir bahwa dalam proses belajar ada dua jenis kesalahan. Yang pertama adalah jenis kesalahan yang timbul akibat pemelajar belum memahami topik yang dipelajari. Kita sebut saja, kesalahan formatif. Yang kedua adalah jenis kesalahan yang timbul akibat sikap mental yang keliru. Kita sebut saja kesalahan substantif.
Apa contohnya kesalahan substantif? Saya ambil contoh si Nana lagi. Waktu Nana kelas satu, ada masanya Nana mengalami kesulitan belajar. Kalau saya tidak salah, dia sulit mengeja kata dalam Bahasa Inggris. Sampai sekarang pun Nana kadang masih salah mengeja. Tapi waktu kelas satu, ketika saya koreksi kesalahan ejaannya, Nana merasa frustasi dan merasa tidak akan pernah bisa mengeja dengan benar. Lalu Nana enggan meneruskan pekerjaan rumahnya. Ini kesalahan substantif. Oleh karenanya, saya beri tahu dia bahwa di dalam proses belajar, kegagalan itu sesuatu yang biasa. Tidak perlu frustasi. Lalu pelan-pelan Nana berusaha untuk mengatasi kesulitan-kesulitannya.
Contoh kesalahan substantif lain itu kesalahan substantif berjamaah. Ketika lingkungan akademik memandang nilai sebagai alat evaluasi utama proses belajar, baik instruktur maupun pemelajar kemudian terpaku pada berapa jumlah benar yang harus diraih, lupa terhadap substansi proses belajar. Ditambah dengan batasan-batasan waktu dan target-target materi belajar yang banyak, muncullah perilaku-perilaku menyimpang seperti mencontek ketika aturannya tidak memperbolehkan siswa mencontek. Atau muncul juga praktik-praktik dimana guru memberikan bocoran jawaban untuk ujian nasional. Apa gunanya gitu loh?
Proses belajar itu makan waktu, kadang menyakitkan karena kita harus menelan kegagalan. Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan belajar yang menghargai kegagalan (embrace failures). Salah satu alasan mengapa video game itu engaging adalah karena gamers tidak takut gagal. Setiap kali gagal, gamers bisa restart lagi. Apakah mungkin kita membuat lingkungan belajar yang menghargai kegagalan? Apakah tidak terlalu makan waktu? Ya tergantung desain pembelajaran atau kurikulum-nya, tergantung nilai-nilai (values) apa yang kita inginkan untuk hadir dalam proses pembelajaran.
Saya berharap suatu hari setiap anak paham bahwa belajar itu bukan ketika mereka mendapat nilai baik, tapi ketika mereka menikmati prosesnya.

Sunday, September 27, 2015

Eid-Ul-Adha Excuse Letter

I was trying to write an excuse letter for my daughter. I browsed in the Internet and here is what I came up with :)

Dear Mrs. Murtha,

My name is Arkhadi Pustaka, father of Najwa Arifah who is in your 2nd grade class.

As Najwa’s parent, we would like to inform you that Najwa will be absent for school on Thursday, September 24, 2015, due to religious observance of Eid-ul-Adha.

Eid-ul-Adha is one of the two most important holidays observed by muslim community. This holiday falls on the 10th day of the Islamic lunar calendar month of Dhul-hijjah. It happens to fall on Thursday, September 24, this year. This holiday is also known as the “feast of the sacrifice” to commemorate the life of the great prophet Abraham (pbuh). Some of the muslim go for pilgrimage to Mecca on this religious holiday. For those who cannot go for pilgrimage, muslim families are required to attend morning mass congregation at the mosque. Thus, we would like to take Najwa to the mosque on that day.

However, we are fully aware that September is the Attendance Awareness Month. We are also aware that attendance is really important for Najwa to be successful in school. We will try our best to help Najwa to catch up with her schoolwork during her absent on that day.

If you have any concerns or questions, please do not hesitate to contact me at [insert e-mail] or by phone at [insert-phone-number].

Thank you for your time and attention.

Sincerely yours,

[insert-signature]

Arkhadi Pustaka

Saturday, September 19, 2015

Kiblat

Pada suatu hari, seorang jamaah masjid As-Salaam Lexington Market bertanya kenapa kiblat kita menghadap "North East" (Timut Laut) padahal kalau lihat di peta/atlas harusnya menghadap "South East" (Tenggara) karena Baltimore itu letaknya di utara Mekah. Pertanyaannya cukup masuk akal.

Pertanyaan yang sama juga bisa muncul dari pengalaman terbang dari Dulles Airport ke Dubai, misalnya. Pesawat selalu terbang ke arah timur laut ...

Saya tidak bisa menjelaskan panjang lebar mengapa ... lebih baik dilihat sendiri pada tiga foto berikut:

Foto 1

Foto 2

Foto 3

Kalau kita punya sebuah bola dunia mini dan karet gelang, karet yang dilingkarkan pada bola dunia akan menunjukkan garis terlurus dan terpendek di antara dua lokasi. Dan ternyata kalau dari Baltimore terbang ke arah timur laut memang sampainya ke Mekah di semenanjung Arab.

Atlas yang biasa kita punya adalah proyeksi 2D dari bumi yang berbentuk bola. Jadi mungkin agak sulit membayangkan bahwa jarak terpendek dan terlurus antara Baltimore-Mekah itu memang benar sesuai kiblat timur laut, bukan ke arah tenggara kalau acuannya atlas. Representasi 3D membantu kita memahami permasalahan ini dengan lebih jelas.

Sunday, August 30, 2015

Fosil Sayap Ayam

Alat & Bahan:
1. Sayap ayam goreng
2. Nasi putih (opsional)
3. Saos tomat/sambal (opsional)
4. Hidrogen Peroksida (biasa dipakai untuk obat kumur, bisa dicari di toko farmasi)
5. Gelas
6. Lem silikon/tembak/bakar (glue gun)
7. Kertas/karton

Langkah Percobaan
1. Makan sayap ayam, boleh dengan nasi putih hangat dan saos tomat atau saos sambal. Makan daging ayamnya, kulitnya dan tepungnya sebersih mungkin tapi hati-hati jangan sampai tulang ayamnya patah. Sisihkan tulangnya.
2. Masukkan tulang ayam sisa makan tadi ke dalam gelas yang berisi Hidrogen Peroksida. Rendam tulang belulang di dalam segelas Hidrogen Peroksida tersebut untuk beberapa waktu. Amati dari waktu ke waktu, lihat perubahan apa yang terjadi?
3. Setelah 24 jam, bersihkan rendaman tadi dan rendam lagi dengan segelas Hidrogen Peroksida yang baru. Biarkan untuk beberapa waktu kembali. Lakukan pengecekan rutin harian selama 2-3 hari.
4. Bila tulang sudah terlihat putih dan material2 selain kalsium telah hilang, bersihkan tulang ayam tadi dengan air dan keringkan. Sambil menunggu, cari informasi mengenai anatomi sayap burung.
5. Tata tulang-tulang ayam tersebut dan rekatkan pada kertas/karton dengan menggunakan lem silikon (glue gun).

Jadinya kira-kira begini:



Perhatikan bagian-bagian tulang tersebut, adakah kesamaan bagian tulang tersebut dengan tulang-tulang tanganmu?