Tuesday, December 27, 2011

Ngaji: Adab Berkomunikasi

Q.S. Al-Hujuraat [49] memuat 4 ayat yang diawali dengan "yaa ayyuhalladziina aamanu... ". Keempat ayat tersebut --ayat 2, 6, 11 dan 12-- mengandung prinsip-prinsip dasar etika a.k.a. adab berkomunikasi sebagai berikut:
  1. kalo' bisa ngomong pelan, ndak perlu ngomong sambil teriak-teriak
  2. kalo' ada kabar, jangan langsung percaya. perlu cek & ricek 
  3. jangan suka mengolok2 orang, terutama ngolok2 fisik dan memanggil dengan panggilan yang buruk
  4. jangan berprasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa
Yang menarik, prinsip-prinsip dasar etika berkomunikasi ini diikuti dengan sebuah ayat yang diawali dengan "yaa ayyuhannas... ". Bedanya dengan yang tadi, seruan yang tadi (yaa ayyuhalladziina aamanu.. ) utamanya ditujukan bagi mereka yang beriman, namun yang terakhir ini seruan untuk seluruh umat manusia. Seruan universal ini cukup populer:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal [49:13]
Kalo' boleh saya memberikan interpretasi bebas saya terhadap ayat di atas (yang sebenernya saya tidak punya kapasitas untuk itu), saya memahaminya sebagai sebuah gambaran bahwa heterogenitas manusia diciptakan on purpose.

Pesannya jelas: perbedaan kesukuan dan ras sepatutnya tidak menjadi sumber pertikaian apabila kita dapat berkomunikasi dengan lebih beradab/beretika satu sama lain.

Sunday, December 25, 2011

Repost: Nangis Bombay

Sebenernya ini udah aku posting di twitter & facebook, tapi karena aku rasa menarik jadi ya aku repost di sini lagi.

Picture's taken from here
Pernah ngiris bawang merah a.k.a. brambang dan dibikin nangis bombay? Nggak cuman ngiris brambang yang bikin nangis, ngiris bawang bombay sama ngiris daun bawang juga bikin nangis. Keluarga bawang (daun bawang, bawang merah & bawang bombay) dari genus Allium suka bikin nangis bukan karena nakal, tapi karena menguapkan asam sulfenik, tepatnya syn-propanethiol S-oxide. Asam sulfenik yang kena air bereaksi jadi H2SO4 a.k.a. asam sulfat. Itulah kenapa kalo' merem pertama kali habis ngiris bawang2an malah kerasa tambah pedes matanya.

Tips biar nggak nangis bombay waktu ngiris bawang:
  1. masukin bawang ke freezer beberapa lama sebelum dipotong
  2. (yang lebih menakjubkan): potonglah bawang di dalam air!! 
  3. pakai kacamata renang (google) ... errr, jadinya mau motong bawang atau mau berenang mas?
  4. bersyukurlah yang pakai kontak lens
  5. nyalain kipas angin biar uap sulfeniknya pergi
Repotnya ada beberapa mitos terkait gimana biar nggak nangis bombay waktu ngiris bawang. Antara lain: (1) sambil ngunyah permen karet, atau (2) sambil tahan nafas. Kayaknya kok pada mencampuradukkan antara nangis yang mewek-mewek sama nangis karena matanya kepedesan yak? Coba bayangin, kalo' nangis mewek-mewek tahan nafas, ya jadi nggak nangis walaupun matanya tetep berair. Atau nangis mewek-mewek sambil ngunyah permen karet? Errrr...

Mas Andri @turtlix bilang kalo' tips lain adalah menyalakan lilin di deket tempet motong bawang. Hmmm... lumayan scientific sih ini keliatannya, entah karena uap sulfeniknya ilang kebakar atau kena turbulen udara. Boleh lah dicoba ntar...

Referensi: http://chemistry.about.com/od/chemistryfaqs/f/onionscry.htm

Sunday, December 18, 2011

CTP-01: The Guidance of Color Usage in m-Learning

Ini ceritanya gara-gara diojok2i Momon untuk nulis2 perihal ke-teknologipembelajar-an, saya berusaha memulai seri CTP (Catatan tentang Teknologi Pembelajaran a.k.a Cangkeman Tapi ora Payu). Karena udah dinomerin jugak, harapannya bisa lanjut lah. Walaupun yang namanya "catatan" mungkin ya enggak komprehensif dan sepotong-sepotong, scattered pieces.

Mari kita mulai dengan penggunaan warna dalam desain pembelajaran, secara khusus untuk multimedia , lebih khusus lagi untuk mobile learning. Kenapa saya posting ini? Karena kebetulan saya barusan baca jurnal yang isinya bakalan saya kutip di bawah.

Tapi sebelum copy paste masalah penggunaan warna tersebut, saya mau cerita sedikit.

Pemanfaatan warna dalam desain media pembelajaran kadang-kadang jadi salah satu pertanyaan besar bagi temen-temen yang suka ngutek-utek multimedia untuk pembelajaran. Misalnya nih, "enaknya aku kasih warna apa ya multimedia-ku? Biru apa merah ya?" trus "Kalo' dikasih biru kenapa, dikasih merah njuk ngopo?". Secara ... yang namanya desain itu penataan elemen untuk ketercapaian suatu tujuan.

Kalo' mau nyari penelitian terkait ini sebenernya ada banyak baik dari aspek persepsi terhadap warna ataupun dampak pemilihan warna terhadap pembelajaran. Tapi jujur aja, saya sendiri nggak tahu banyak tentang ini. E lha, kok kebetulan ada jurnal nyasar ke email saya yang isinya lumayan jhoss sebagai berikut:

***


Even though the use of color in instructional content does not necessarily result in increased learning (Pett & Wilson, 1996), the appropriate use of color does affect attention, search tasks, retention and other measures (Dwyer, 1971). As Levie (in Pett &Wilson) discovered, “Color can facilitate learning when it focuses attention on cues that might otherwise not be noticed” (p. 26).When it comes to information search, color can also help grouping information. There is some evidence that careful coordination of words and image colors can increase retention. Color is of value to cognitive learning “when it emphasizes relevant cues, is used as a coding device or when it is a part of the content to be learned” (Pett & Wilson, 1996, p. 27).

In terms of the use of colors we offer the following guidelines to designers of content for mLearning:
1. Use color to discriminate between elements of a visual.
2. Use color to focus attention on relevant cues.
3. Use colors to code and link logically related elements.
4. Be consistent in general color choices throughout content.
5. From psychological perspective, choose colors that are consistent with the instructional message and that are appropriate for the intended audience.
6. Use highly saturated colors such as red and violet to attract attention and to create an emotional response, and in content intended for young children.

As to the use of symbols, three rules to follow are:
1. Use black background with high brightness color.
2. Use white background with a low brightness color.
3. Use moderate to high brightness contrast between symbols and background.

Sumber:
Wang, M. & Shen, R. (2011) Message design for mobile learning: Learning theories, human cognition and design principles. BJET doi:10.1111/j.1467-8535.2011.01214.x


***

Meskipun secara khusus jurnal di atas memberikan rambu-rambu untuk m-Learning, tampaknya rambu-rambu itu juga bisa dipakai untuk pemanfaatan warna dalam desain pembelajaran secara umum.

Semoga bermanfaat ^_^

Wednesday, December 07, 2011

Repost: Ngaji


In Tafsir Al Mishbah, Quraish Shihab wrote that the word “albaab” is the plural form of “lubb” which means “essence” or “genuine idea”.

Something genuine, the Ulil Albaab, can not detach from the source of ingenuity itself: Allah.

[Q.S.3:190] Inna fii khalqi samaawati wal ardh wakhtilaafi laili wa nahari la ayaati li ulil albaab.

In the creation of heaven and earth and the perfect exchange of the day and the night, there’s abundant message for the Ulil Albaab.

We usually understand Ulil Albaab as those who think deeply but it’s more than that, they are people of ingenuity.

Who’s the Ulil Albaab? Refer to Q.S.3:191, they are those who always keep Allah in their mind while stand, sit or lay down.

And keep thinking about the creation of the universe (and then, they kneel down and say) Rabbanaa maa khalaqta haadza bathila. Subhanaka faqina ‘adzaabannaar

(And keep praying) [Q.S.3:192] Rabbanaa innaka man tudkhlinnaara faqad akhzaitah. Wa maa lizhaalimiina min anshaar

(And keep praying) [Q.S.3:193] Rabbanaa innanaa sami’na munadiyay yunaadi lil iiman an aaminu bi Rabbikum fa aamanna

(And keep praying) [Q.S.3:193 contd.] Rabbanaa faghfirlanaa dzunuubana wa kaffir ‘anna sayyi-atina wa tawaffanaa ma’al abraar

(And keep praying) [Q.S.3:194] Rabbanaa wa aatina maa wa’adtana ’ala rusulika wa laa tukhzinaa yaumal qiyaamah. Innaka laa tukhliful mii’aad

And here’s an estimate translation of the prayer:

O God, none of Thou created in no purpose. Holy Thou, please keep us away from hellish sufferer

O God, anyone Thou cast away to the hell has the worst fate, and there is no savior for them.

O God, truly we listen to those who call for iman. (They said) “Believe in God!” Then we believe.

O God, forgive our sins and wipe out our mistakes, and let us rest in peace with those who serve Thou well.

O God gives us what Thou promised as our prophets said and do not scorn us at the day of Resurrection, truly Thou never break any.

And then … Allah heard and blessed them, answer for their prayer with miraculous heaven (refer Q.S.3:195)

Those are sort of Al Quran verses that make Rasulullah saw. trembled and wept: inna fii khalqi samaawati wal ardh (in the creation of heaven and earth) … you will find an overwhelming beauty.

Friday, December 02, 2011

Hiddenleaf's Snowflake Cut

Even I am residing in Baltimore, far away from other fellow shinobies, my passion on making simple experiment for children is still alive. This is my newest "jutsu": hiddenleaf's snowflake cut.

It was Nana who played an online games from pbskids.org/sid/ presenting a winter scenery. Accompanied her playing one of the game module, I was curious to make a snowflake cut. The easiest way, of course, is by changing the flower pattern cut from hiddenleaf's paper flower experiment into a snowflake pattern. After I made the modified cut, I realized that the flower pattern only produces octagonal snowflakes. Meanwhile, common snowflakes on people mind are hexagonal.

I knew the idea of making snowflake cut is not original. Despite of searching the cut on the internet, I was thrilled to find my own hiddenleaf's style snowflake cut. It's very interesting finding your own way to do something, even it sounds stupid.

And here is the cut:

To make a snowflake cut you need a square paper (rectangle shape also works) and a scissors.

1. Fold the paper twice as shown on step no.1 and no.2.

2. The trickiest step is dividing the 90 degree corner into three 30 degree angle, as shown on step no.3

3. You can modify the cut pattern as shown on step no.4 as you like.

4. After you cut it down, unfold the paper and voila...

I will let you find how it looks by yourself (^^,a

P.S.: this simple experiment can be used to teach geometry

Tuesday, November 22, 2011

Nana & Play-doh

Waktu pindahan ke apartemen yang sekarang, Nana dikasi 1 set alat cetak Play-Doh sama mBak Yuliana. Nana langsung excited dan minta dibikinin play-doh (bukan dibeliin, soalnya Nana tau kalo' beberapa barang ndak perlu beli tapi bisa bikin sendiri). Play-doh itu bahasa Indonesia-nya kira-kira lilin perupa (alias 'malam' alias 'was' kalo di Jawa).

Nah, setelah browsing di internet.. ternyata banyak ya resep play-doh tu. Kemana aja ya aku? Kok selama ini hiddenleaf ndak pernah bikin play-doh. Kemudian aku pilih resep yang ini (kebetulan di WholeFoods ada cream of tartar):

dari http://www.playdoughrecipe.com/cream-of-tarter-playdough-recipe/

Bahan:
2 cup tepung terigu
2 cup air
1 sendok makan minyak goreng
1 sendok teh cream of tartar
1 cup garam

Semua bahan dicampur dan dimasak dengan api sedang sambil diaduk-aduk sampai liat sekitar 10 menit.

Emang sih, jadinya nggak kayak lilin perupa yang dijual di toko-toko kelontong di Indonesia yang berminyak banget ituh. Ini ya kayak play-doh. Hehehe... lebih kering.

Yang cukup menarik, play-doh yang ini kalo' kering jadinya keras. Di sini kebetulan udaranya pas dingin dan kering. Jadi ditinggal semalem aja nggak dimasukin plastik, play-doh-nya jadi keras. Tapi dari sini malah bisa bikin semacam "boneka-boneka tanah liat" kecil-kecil gitu. Tapi kalo' kena air dia "meleleh".

Heu... mainan sama Nana emang selalu menyenangkan dan selalu ketemu sama hal baru.

P.S.:
Mmm.. resep di atas jadinya basic play-doh yang warnanya putih. Kalo' mau berwarna sih, airnya dikasi pewarna makanan dulu. Sayangnya, di US sini pewarna makanan mahal banget. 1 warna bisa nyampe $4. Padahal kalo' di Jogja paling cuma Rp. 3.500 ... (ato aku belum nemu tempet yang jual pewarna makanan murah aja kali ya)

Tuesday, October 25, 2011

Seagull @Port Covington

Sukaa banget liat binatang2 liar di sini ... Pas ke Walmart di Port Covington (mau beli kertas murah dibela2in naek bus 1,5 jam!) banyak burung camar terbang melayang, bersahutan... di balik awan, membawa angan-anganku jauuh meniti buih, lalu hilang larut di lautan ^^
Click picture to see the details.

Friday, September 09, 2011

Kebun di depan rumah kontrakan

Walopun cuma short-term, tapi bersyukur sekali jeung Ifta bisa dapet rumah tinggal sementara yang ada kebunnya ^_^
Photobucket
Photobucket

Photobucket

Monday, September 05, 2011

Jalan-jalan di US (1)

Huhe, karena jeung Ifta libur 3 hari (ada Labor Day hari Senin), jadi kita jalan-jalan deh. Moga-moga besok-besok sempet jalan-jalan lagi pas libur agak lama

Jalan-jalan ke Hunt Valley, cari laptop murah


Catch the train!


Jalan-jalan ke Towson Town Center, sightseeing

Thursday, August 25, 2011

Kelupaan

Pas mau berangkat ke US, banyak hal yang pengen aku bawa serta. Terutama file-file di dua leptop lama yang teronggok di kamar kerja ituh. Sayangnya, karena yang dipikirin banyak dan kepastian bisa berangkatnya juga baru H.-3 jadinya kelupaan deh tuh file-file.

D'oh, moga-moga besok pas pulang file-file-nya masih aman. Amiin.

(sindrom mau ngisi blog tapi nge-blank jadi tulisannya nggak jelas gini. Harap maklum. Hehe)

Monday, July 11, 2011

Hiddenleaf's Jet Balloon

Kebetulan hari ini ada yang nanya gimana caranya bikin percobaan yang satu ini. Kayaknya sih dulu aku pernah nulis eksperimen ini di internet, tapi aku cari-cari kok nggak ketemu. Jadi yaa... aku tulis lagi aja deh yang baru.

Percobaan ini awalnya kepikiran pas lagi tidur-tiduran di D-6. Kepengen bikin flying object lagi setelah sudah beberapa lama hiddenleaf punya flying fire.

Ide besarnya adalah tentang mengendalikan udara yang keluar dari balon.

Alat & Bahan:
1. Balon besar yang bagus
2. Sedotan besar dan keras (biasanya untuk minuman bubble-tea)
3. Karet
4. Kertas (kertas BC/Manila lebih baik)
5. Gunting
6. Selotip

Tahapan percobaan:
1. Sambung mulut balon dengan sedotan, ikat dengan karet. Sedotan akan berfungsi sebagai 'nozzle'.
2. Buat kerucut terpancung menggunakan kertas, dan selotip. Sesuaikan ukurannya dengan sedotan dan balon. Kerucut terpancung ini akan berfungsi sebagai 'stabilizer' balon jet.
3. Rangkai balon, sedotan dan stabilizer-nya seperti pada gambar berikut:


4. Tiup balon sampai besar (tapi jangan sampai meletus). Tutup "nozzle" alias ujung sedotan tempat kita meniup balon dengan jempol. Arahkan balon vertikal.
5. Lepas!!!

Balon yang ditiup sampai besar ketika dilepaskan akan terbang bebas tidak beraturan. Sedangkan, dengan penambahan 'nozzle' dan 'stabilizer' akan membuat balon terbang bebas beraturan. Lintasan yang tadinya acak berubah menjadi lintasan yang cenderung linear. Voila!! I love it. I love to make something simple that works, with my friends.

Saturday, June 11, 2011

Butir Soal Ujian yang Seru

Pas ikut ujian di Prometric untuk keperluan syarat masuk S-3 kemarin, saya nemu soal ujian yang menurut saya keren abis (keren darimana coba?). Berikut soalnya dalam bahasa saya sendiri.

w,x,y,z are positive integer and w < x < y < z.
If the mean of those numbers smaller than the median, then which one is correct?

A. x-w > z-y
B. x-w < z-y
C. x-w = z-y
D. you can not define the relationship.

Well, saya sendiri belum ngerti jawabannya. Hehe.

Monday, April 18, 2011

April yang Sibuk

I just have to keep faithful: Semper Fidelis.

Tiba-tiba sudah hampir 20 April ... Benar-benar April yang sibuk. April yang ditandai dengan flu, ujian TOEFL iBT, konsulen anak2 KIR, kunjungan ke Akmil, pelatihan eLisa, dan rapat koordinasi rutin.

Dan, jeung Ifta dapet LoA dari JHSPH!

Whatever will be, will be ... as long as we work as hard as we can, let Him take the rest.

Saturday, March 26, 2011

Nana dan Kelinci

Nana & Kelinci

Sejarah perkelincian di rumah kami dimulai sekitar bulan Juli 2010. Ceritanya ibuknya Nana pengen ikut-ikutan tantenya Nana (Bulik Ida) yang miara kelinci di Kotagede. Dan sejujurnya, aku juga jadi tertarik banget miara kelinci habis liat kelinci yang lucu di Kotagede.

Jadilah kami beli seekor kelinci putih, tapi sayang kakinya pincang dan hanya dalam hitungan hari kelinci pertama kami mati kembung gara-gara saya salah kasih pola makan. Saking bersemangatnya saya pengen lihat kaki yang pincang itu sembuh, sehari saya kasih kelinci itu dua ikat kangkung dan matilah dia. D'oh. Tapi saya langsung beli kelinci lagi. Saya merasa tertantang untuk bisa memelihara kelinci.

Kelinci kedua ini kami kasih nama Panda. Kelinci jenis Dutch, harganya 50 ribu. Masih kecil, dan kemudian saya sangat berhati-hati menjaga pola makan si Panda. Dalam beberapa minggu Panda bisa bertahan hidup dengan baik dan menjadi kelinci yang lucu.

Karena kakak sepupu Nana mau datang pas lebaran, Eyang Putri minta dibelikan satu kelinci lagi untuk kakak sepupunya Nana. Jadilah kami punya si Koko.

Koko
Si Koko

Si Koko ini betina, sedang si Panda jantan. Setelah kurang lebih 7 bulan, tepatnya Februari 2011 lalu, tiba-tiba Koko melahirkan 8 ekor anak. Kami heboh sendiri karena nggak nyangka Koko bakalan melahirkan. Untung waktu itu si Panda lagi kena detensi nggak boleh masuk kandang. Konon, bapak kelinci suka makan bayi kelinci yang baru lahir. Serem yak?

8 anak pertama ini meninggal 1 pada saat kelahiran (mortem post partum?), lalu 1 ekor bayi kelinci hilang digondhol tikus! Tikus sialan. Tapi salah kami juga karena tidak memfortifikasi kandang kelinci kami dengan baik. Dan kemudian 1 kelinci lagi mati karena badannya kurus keriput, kalah bersaing dengan saudara-saudaranya. Jadilah bayi kelinci kami bersisa 5: Flopsy, Mopsy, Cottontail, Pupcake dan Custard.

Yang lebih mengejutkan lagi, ketika kelima bayi kelinci kami berusia 34 hari, Koko kembali melahirkan!!! 8 ekor bayi kelinci lagi! Kami heboh sendiri lagi. Dari analisis sahabat kami yang ahli kelinci, Gestan, tampaknya si Koko kawin dengan Panda tepat setelah melahirkan Flopsy bersaudara. Memang, ketika kelahiran Flopsy bersaudara, kami heboh sendiri dan Koko sempat keluar kandang. Tampaknya, karena sudah beberapa waktu Panda terpisah dengan Koko, si Panda mengejar-ngejar Koko dan terjadilah ... tekdung.

Pada kelahiran kedua ini kami mulai kerepotan. Flopsy bersaudara akhirnya kami pisah dengan induknya. Kami kurung di kurungan kelinci yang dulu kami pakai untuk Koko dan Panda. Namun, karena kurungannya tampaknya kekecilan, kami memesan Pak Iwan untuk membuatkan kandang kelinci di bawah tangga. Taddaa ... !

Kandang di bawah tangga
Flopsy bersaudara di kandang bawah tangga

Sayangnya dari 8 kelinci kecil angkatan kedua ini, 1 diantaranya mati ketika berumur 1 minggu karena tubuhnya kecil keriput, mungkin kalah bersaing: seleksi alam.

Semoga 7 bayi kelinci yang ada sekarang bertahan hidup seperti 5 ekor kakak-kakaknya. Masalahnya ... kami kehabisan nama untuk mereka. Ada yang punya ide?

Bunnies corner
Pojok Kelinci...

Thursday, March 17, 2011

Mnemonic Making Ability

After graduated from Instructional Technology UNY Graduate School, I found my touch on mnemonic making related to instructional subject.

One of them is the picture shown below:

I found the mnemonic when I wrote a guidebook of elearning, 9th of February 2011.

Blended learning concept itself arose when elearning became a common practice along with traditional classroom session in early 21st century.

I found the mnemonic when staring at pictures about "blended learning" found by Google. I saw three components interception Venn's Diagrams, fruits, and a blender. Suddenly, I got strong feeling that I can make the mnemonic of those three general components of blended learning. "Of course, blended learning can be associated with blended fruit juice!", the idea popped up in my mind. First of all I found APPLE easily ... but then I had to try hard to find two others.

It took a day to finalize the mnemonic. It felt like words was flying around me along with the pictures and my brain proceed the order and ... voila .. I found the mnemonic! It's so exciting to find a nice mnemonic that works well.

APPLE = Autonomous Personal Paced LEarning

CARROT = ColAboRative leaRning in Online environmenT

LEMON = LEctures in classrooM sessiON

I have other mnemonics but I think I have to keep it secret for my own good :)

Wednesday, March 09, 2011

Mendongeng untuk Nana

Seperti anak jaman sekarang yang bapak-ibuknya terbiasa memegang laptop untuk bekerja, Nana suka nyelo-nyelo kalo kami sedang bekerja dan pilihannya tentu saja kami memutarkan film. Film pertama Nana adalah "Happy Feet", film favorit saya. Sepertinya, itulah awal dari kesukaan Nana terhadap cerita.

Semakin Nana besar, semakin suka dia mengkonsumsi cerita baik dari buku bergambar ataupun film pendek seperti Chuggington. Terimakasih pada ibuknya Nana yang rajin membelikan Nana buku cerita dan membacakannya. Namun ada sesuatu yang menarik yang ingin saya ceritakan di sini.

Sebelum ini, saya sempat berusaha mendongeng .. bercerita tanpa teks ataupun gambar, bercerita melalui imajinasi. Ketika umur Nana masih 2 tahun lebih sedikit, Nana nggak bisa mengikuti dongeng saya dengan baik dan memilih untuk mencari aktivitas lain ketika saya mendongeng.

Hari-hari ini ketika umurnya mendekati 3 tahun, Nana mulai tertarik saya dongengin.

Ini adalah momen yang saya tunggu karena dongeng adalah salah satu alat yang sempurna untuk merangsang imajinasi, dan imajinasi adalah awal mula dari kreativitas. Berimajinasi positif dan terstruktur sebagai bahan bakar kreativitas adalah sesuatu yang ingin saya pass-on ke Nana.

Haa ... berikut adalah salah satu dongeng saya untuk Nana:

Pada suatu hari (we always start with this phrase, right?) hiduplah seekor gajah yang baik hati. Sang Gajah hidup di hutan bersama beberapa binatang yang lain.

Suatu ketika, Sang Gajah sedang berjalan-jalan di hutan dan bertemu dengan kelinci yang tampaknya sedang kesulitan.

"hai, kelinci .. tampaknya kamu sedang kesulitan?" sapa Sang Gajah.

"Oh gajah, pintu rumahku tertutup pohon besar yang tumbang itu. Aku jadi tidak bisa masuk ke rumah ... " keluh kelinci.

"Hooo .. sini aku bantu." kemudian Gajah mengalihkan pohon yang tumbang itu sehingga kelinci dapat masuk ke dalam rumahnya.

"Terimakasih gajah," kata kelinci.

"sama-sama kelinci..." jawab Sang Gajah.

Sang Gajah kembali berjalan ketika kemudian dia bertemu dengan burung yang tampaknya sedang kesulitan. (well, indeed I repeat a lot of phrases)

"hai, burung .. tampaknya kamu sedang kesulitan?" sapa Sang Gajah

"Oh gajah, sarangku jatuh tertiup angin. Akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil satu persatu ranting di sarangku dan menatanya kembali di atas pohon ... " keluh burung.

"Hooo .. sini aku bantu." kemudian Gajah mengambil sarang burung yang tergeletak di atas tanah dan mengembalikannya ke atas pohon dengan belalainya.

"Terimakasih gajah," kata burung.

"sama-sama burung..." jawab Sang Gajah.

Sang Gajah kemudian berjalan kembali ke tepi sungai dimana Sang Gajah kemudian bertemu dengan kura-kura yang tampaknya sedang kesulitan.

"hai, kura-kura .. tampaknya kamu sedang kesulitan?" sapa Sang Gajah.

"Oh gajah, biasanya aku makan daun selada, tapi aku sedang ingin makan buah beri. sayangnya aku tidak bisa memanjat pohon ... " keluh kura-kura.

"Hooo .. sini aku bantu." kemudian Gajah mengambilkan buah beri untuk kura-kura.

"Terimakasih gajah," kata kura-kura.

"sama-sama kura-kura..." jawab Sang Gajah

Beberapa hari kemudian, Sang Gajah kena flu.

"HUaaaTschhiiiiiiiiuuuuu !!!" gajah bersin dengan keras. Seluruh penghuni hutan dapat mendengarnya.

Kelinci, burung dan kura-kura kemudian datang menengok gajah yang sedang sakit flu. Kelinci membawa wortel untuk gajah. Burung membawa buah beri untuk gajah. Kura-kura membawa daun selada untuk gajah.

"Gajah, ini sayur dan buah dari kebun kami, semoga lekas sembuh yaa..." kata kelinci, burung dan kura-kura.

"Terimakasih semuanya. Terimakasih sudah menengok dan membawakan makanan yang lezat." balas gajah sambil tersenyum. "aku pasti jadi cepat sembuh bila makan buah-buahan dan sayuran yang banyak seperti ini."

esok harinya, sang gajah sudah sembuh.

Dan mereka semua hidup bahagia selamanya (well, it's hollywood style and seems stupid but believe me an happy ending is something that my daughter waits for.)

Wednesday, February 23, 2011

Mister Kelinton

Alkisah seorang petugas kebersihan gedung Sekolah Sukamaju (bukan nama sebenarnya) ditugasi untuk membersihkan toilet oleh atasan barunya.

"Mister Kelinton, itu toiletnya tolong dibersihkan yang bersih ya!" perintah Romo Hageng.

"Siap Romo, saya bersihkan." jawab Mister Kelinton.

Tidak berapa lama, Romo Hageng menginspeksi hasil pekerjaan Mister Kelinton di toilet. Romo Hageng geleng-geleng kepala "bersih dari Hongkong," gerundelnya. Kemudian Romo Hageng mencari Mister Kelinton di pantry.

"Mister, itu toiletnya tolong dibersihkan. YANG BERSIH!" Romo Hageng memberi instruksi dengan mata agak mendelik.

"Siap Romo!" Mister Kelinton bergegas membersihkan toilet.

Ketika Romo Hageng menengok hasil pekerjaan Mister Kelinton, beliau belum puas dengan kondisi toilet yang masih berkerak dan baunya kurang sedap. Sekali lagi Romo Hageng mencari Mister Kelinton.

"Kelinton, nanti selesai jam kantor jangan langsung pulang. Tunggu saya."

"Siap Romo!" Mister Kelinton memberi hormat seperti sedang upacara bendera.

Selesai jam kantor Romo Hageng mengajak Mister Kelinton ke rumahnya.

"Lihat baik-baik toilet saya noh... itu yang namanya BERSIH!" tunjuk Romo Hageng.

Mister Kelinton manggut-manggut.

Keesokan harinya ketika Romo Hageng ke toilet sekolah, kondisinya sudah buersih kinclong dan harum. Gantian Romo Hageng yang manggut-manggut.

***
Pelajaran moralnya, terkadang apa yang kita bilang bersih belum tentu bersih bagi orang lain. Perbedaan pengetahuan menyebabkan perbedaan persepsi. Dalam komunikasi (dan pembelajaran), menjadi penting untuk meyakinkan bahwa ada kesamaan persepsi terhadap suatu konsep antara kita dan lawan bicara (murid).

*cerita diadaptasi dari kisah nyata yang terjadi di UGM dan ditulis dengan gaya bercerita Prof. Umar Kayam (hope it works)

Friday, February 18, 2011

Nana dan Kotak Surat

Bulan lalu, jeung Ifta membelikan Nana buku Pooh's Mailbox:

Gambar diambil dari sini.

Trus Nana kepengen juga pengen punya kotak surat. Pengen juga surat-suratan...

Jadilah aku ambil karton susu bekas, cutter, double-tip dan lakban. Taddaaa!! Nana punya kotak surat tertempel di pintu kamar:

Saturday, January 22, 2011

Lego: HP

ya... Hand Phone. Buat role-play Nana, pura-puranya telpun-telpunan gitu.

Weugh. Yang ini nggak ada hubungannya sama Little Einstein yang tadi. Cuma karena masih satu kesempatan yaa jadilah ini postingan ketiga. Temanya sebenarnya sama "LEGO" tapi kalo' mau dijadiin satu posting ndak nggak mengalir. *ngamukpostingmodeon.

Lego: Cello

Di salah satu episodenya Little Einstein, ada cerita bayi Cello mencari mama Cello. Haa... Nana suka sekali dan suka menyanyi sesuai dengan yang ada di felem itu

"Aii eeemm e ceeeellllooo
en ai em lukin' fo' mai maaaammmiii..."

Ini si Cello:

Gambar dari sini.

Ini cello karyaku:

Photobucket

Lego: Little Einstein

Nana suka main lego. Dia dapet lego dari budenya dan ketika kami bersih-bersih rumah ada balok lego lungsurannya mbak Alin. Sekarang umur Nana 3 tahun kurang 2 bulan, dan dia udah mulai mahir memasang balok-balok lego walaupun belum sampai tahap embodiment.

Kalo' aku emang hobi maen lego. Ha njuk aku yang maen legonya... dengan harapan Nana belajar dari aku. Monkey see, monkey do. But Nana ain't monkey, of course!

Salah satu "hasil karya"-ku adalah pesawatnya Little Einstein. Tau kan Little Einstein? itu tu, felem kartun dari Playhouse Disney. Gambarnya kayak di bawah ni:


Gambar diambil dari sini.

Dan hasil karyaku:

Bagus nggak?

Thursday, January 06, 2011

Nana dan Balok

Kali ini Nana belajar nyusun balok:

mulaiKadang-kadang balok-balok yang disusun jatuh trus Nana harus menyusun ulang dari awal. Well, sebenarnya bagian "balok jatuh" ini adalah bagian yang bisa jadi membuat frustasi atau sebaliknya menyenangkan. Saya sih lebih pilih yang kedua. Lalu saya bilang ke Nana, "Kalau jatuh kan bisa bangun lagi Na." Yup, seperti dalam hidup. Saat kita jatuh, sebenarnya kita mendapat peluang untuk berjuang bangun lagi.

Pelan-pelan Nana membangun baloknya berulangkali. Ini melatih keterampilan motorik halusnya, dan juga kesabaran. Supaya lebih "lucu", ketika jatuh saya nyanyi sepotong lagu ndangndut yang saya tau "jatuh bangun aku mengejarmuuu ... " dengan cengkok ndangndut juga tentunya. Nana terkekeh-kekeh.

Dan akhirnya, taddaaaa!!! Jadi juga.

Monday, January 03, 2011

Liburan Tahun Baru 2011

I think that was one of the most beautiful day in my wife's life :) Happy New Year Huni!