Friday, August 17, 2012

Catatan Ramadhan - 03

-diimpor dari notes fb 28 Agustus 2011, supaya saya ingat.

Ramadhan ini boleh dibilang less spiritual. Biasanya, hari-hari terakhir Ramadhan saya habiskan di Masjid Syuhada'. Tapi kali ini situasinya beda. Sejak awal Ramadhan, kami sekeluarga isinya kejar tayang pindahan ke Amerika karena kuliahnya jeung Ifta dimulai 22 Agustus, 22 Ramadhan. Ngurus Visa-lah, tiket-lah, perjalanan trans-atlantik, settlement situasi di US, etc. Boleh dibilang Ramadhan saya tahun 1432 H ini "adventurous ramadhan".

Yang saya dapat Ramadhan tahun ini adalah bahwa Allah tidak tidur dan selalu menolong hamba-Nya itu begitu nyata. Saya sekeluarga ndak mungkin bisa sampai Mt. Washington, Baltimore tanpa pertolongan Allah yang termanifestasi lewat banyak hal yang bahkan saya tidak mampu menyebutnya satu per satu lagi.

Pesan ramadhan yang paling penting bagi saya pribadi tahun ini adalah bagaimana agar saya tidak lupa untuk selalu mengagungkan nama-Nya, baik dalam hati, lisan dan perbuatan. Karena manusia adalah lemah, tanpa daya. Laa haula wa laa quwwata illa biLLah.

Mengagungkan nama Tuhan dalam perbuatan adalah sesuatu yang sangat terlihat jelas dari perilaku orang-orang yang saya temui sepanjang perjalanan di US. Ringan tangan, bekerja sungguh-sungguh, membantu orang lain, bersikap sopan, bertutur kata yang baik, always say "thank you, sorry & please", menjaga perasaan orang lain, nggak nyampah sembarangan, anything; semua hal kecil itu bagi saya merefleksikan kebesaran Tuhan. When we work hard, we praise Allah. When we do good deeds, we praise Allah. Even when we're doing small things such as no littering, we praise Allah.

Dan satu lagi, saya bertemu dengan brother muslim African American, Mohammad namanya, dan saya dilayani, diantar ke toko yang menjual daging halal, diantar ke stasiun kereta biar bisa pulang ke apartemen lebih mudah, sampai-sampai saya bisa membayangkan bagaimana kaum Muhajirin ditolong oleh kaum Anshor. Di titik ini saya sudah tidak bisa nulis lagi. Saya cuma bisa ... nangis.

No comments: